Ekonomi

Pradiksi Gunatama Realisasikan Belanja Modal Rp26,6 Miliar hingga Mei 2024

JAKARTA – PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) mencatatkan realisasi belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 26,6 miliar hingga periode Mei 2026. Angka tersebut mencerminkan 19% dari total anggaran belanja modal yang dialokasikan perusahaan untuk tahun buku 2026, yakni sebesar Rp 167,6 miliar.

Finance and Accounting Manager Pradiksi Gunatama, Donisius G, menjelaskan bahwa alokasi belanja modal tahun ini difokuskan pada dua sektor utama, yakni operasional tanaman dan pengembangan non-tanaman. Untuk sektor tanaman, perusahaan menyediakan anggaran sebesar Rp 119,6 miliar yang mencakup aktivitas land clearing, penanaman kembali (replanting), serta perawatan tanaman belum menghasilkan.

Hingga Mei 2026, realisasi belanja modal sektor tanaman telah mencapai Rp 21,6 miliar. Rinciannya meliputi pemeliharaan tanaman belum menghasilkan sebesar Rp 9,8 miliar, kegiatan pembibitan Rp 8,5 miliar, dan proses replanting sebesar Rp 3,6 miliar.

Sementara itu, untuk belanja modal non-tanaman, perusahaan mengalokasikan dana senilai Rp 47,9 miliar dari total anggaran tahunan. Hingga periode yang sama, realisasinya telah mencapai Rp 5 miliar. Dana ini difokuskan pada pembangunan infrastruktur senilai Rp 22 miliar, pengadaan alat berat sebesar Rp 2,3 miliar, serta investasi pada mesin dan peralatan penunjang operasional sebesar Rp 16,7 miliar.

Dari sisi kinerja keuangan, Pradiksi Gunatama menunjukkan performa yang stabil pada kuartal I 2026. Direktur Keuangan PT Pradiksi Gunatama Tbk, Tamlikho, menyebutkan bahwa perusahaan berhasil mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 166,54 miliar dengan perolehan laba bersih mencapai Rp 32,48 miliar.

Menteri LH Hanif Faisol Jelaskan Makna Tobat Ekologis bagi Lingkungan

Untuk menjaga pertumbuhan bisnis sepanjang tahun 2026, manajemen PGUN berkomitmen menerapkan strategi yang berfokus pada integrasi teknologi terkini dan inovasi ilmu perkebunan. Selain itu, perusahaan menekankan pentingnya kepatuhan terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta optimalisasi utilisasi aset melalui inisiatif baru guna menekan biaya operasional.

Terkait strategi pemasaran, PGUN memastikan tidak akan menambah volume penjualan ke pihak non-afiliasi. Seluruh hasil produksi Crude Palm Oil (CPO) perusahaan akan tetap diserap sepenuhnya oleh perusahaan induk, PT Jhonlin Agro Jaya Tbk (JARR).

Donisius menambahkan bahwa PT Jhonlin Agro Jaya Tbk memiliki kapasitas serap yang memadai untuk menampung produksi PGUN. Hal ini sejalan dengan rencana peningkatan kapasitas JARR dalam mendukung program pemerintah terkait implementasi bahan bakar nabati B50. Manajemen menegaskan bahwa berapapun total produksi CPO yang dihasilkan oleh PGUN akan disalurkan kepada JARR untuk diproses lebih lanjut. Fokus perusahaan saat ini adalah memastikan efisiensi manajemen dan produktivitas kebun tetap terjaga guna mendukung target keberlanjutan bisnis di tengah fluktuasi pasar komoditas global.

Komentar
Harga Emas Stabil, Investor Perlu Pantau Inflasi AS dan Timur Tengah

Berita Populer

01

KCIC Tambah Enam Perjalanan Whoosh, Arus Balik Bandung-Jakarta Padat

02

DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor dan Devisa Nasional

03

Kejagung Geledah Kantor BGN Pusat Jakarta Usai Ganti Pimpinan

04

Warga Jakarta Berbondong-Bondong Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan

05

Harga Avtur Turun, Mengapa Surcharge Tiket Pesawat Tetap Tidak Berubah?

06

Strategi ANTM Perkuat Pasar Domestik di Tengah Rencana Ekspor BUMN

07

Purbaya Tekankan Pancasila dalam Kelola Keuangan Negara

08

Aher Apresiasi Dukcapil Hentikan Fotokopi e-KTP Demi Data Pribadi

Berita Terbaru