JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi kembali tertekan pada perdagangan Senin (8/6). Para analis memperkirakan indeks akan bergerak dalam rentang level 5.390 hingga 5.491 setelah pada penutupan perdagangan Jumat (5/6) melemah signifikan sebesar 4,20 persen ke posisi 5.594,765.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, menjelaskan bahwa IHSG saat ini berada dalam kondisi *extremely oversold* atau tekanan jual yang berlebihan berdasarkan indikator *Relative Strength Index* (RSI). Meski tren penurunan (*downtrend*) masih membayangi, indikator teknikal lainnya seperti *Stochastics* K_D juga menunjukkan sinyal negatif dengan dukungan penurunan volume perdagangan.
Sentimen domestik menjadi salah satu pemberat utama pergerakan indeks. Pelaku pasar saat ini tengah mencerna ketidakpastian kebijakan pemerintah, termasuk kekhawatiran terkait revisi UU PPSK yang dianggap dapat mengancam independensi lembaga keuangan. Selain itu, realisasi defisit APBN hingga Mei 2026 yang mencapai Rp180,4 triliun turut memicu terjadinya arus modal keluar (*capital outflow*).
Di sisi lain, investor sedang menanti rilis data cadangan devisa Mei 2026. Data ini menjadi krusial bagi Bank Indonesia untuk menentukan langkah intervensi dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang saat ini berada di atas Rp18.000 per dolar AS.
Sementara itu, faktor eksternal juga turut menekan pasar. Lonjakan data *US non-farm payrolls* Mei sebanyak 172.000 pekerjaan—jauh di atas konsensus sebesar 85.000—semakin memperkuat keyakinan pasar bahwa bank sentral AS (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Hal ini memicu kenaikan *yield* obligasi AS.
Sentimen *risk-off* di pasar global juga diperparah oleh memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah. Kebuntuan negosiasi damai AS-Iran serta penolakan gencatan senjata di Lebanon membuat investor cenderung bersikap sangat berhati-hati.
Sejalan dengan kondisi tersebut, MNC Sekuritas turut memproyeksikan IHSG akan melemah ke kisaran 5.395-5.412. Penurunan ini dinilai sebagai upaya indeks untuk menutup area *gap* yang terbentuk serta menyesuaikan posisi MA200 secara bulanan.
Terkait rekomendasi saham, Mirae Asset Sekuritas menyarankan investor untuk mencermati saham ADMR, DEWA, dan KLBF. Sementara itu, MNC Sekuritas merekomendasikan ANTM, BMRS, DAAZ, dan MBMA.
***
*Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.*

