Ekonomi

Dapur MBG Jawa Timur Resmi Borong Telur dari Peternak Lokal

SURABAYA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Badan Gizi Nasional mengambil langkah strategis untuk mengatasi anjloknya harga telur ayam di Jawa Timur dengan menjadikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pembeli utama (*offtaker*) bagi para peternak lokal.

Langkah ini disepakati dalam rapat koordinasi stabilisasi pasokan dan harga telur ayam ras antara pemerintah dan para koperasi atau asosiasi peternak di Jawa Timur. Melalui kesepakatan tersebut, seluruh unit SPPG wajib menyertakan telur ayam dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) minimal tiga kali dalam seminggu.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan memberikan kepastian pasar bagi peternak.

“Para peternak kini memiliki *offtaker* yang pasti, yaitu SPPG. Mengingat produksi telur terjadi setiap hari dan tidak bisa dihentikan, penyerapan cepat oleh SPPG menjadi kunci agar harga kembali stabil,” ujar Maino dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2026).

Dalam kesepakatan tersebut, transaksi dilakukan langsung antara SPPG dengan koperasi atau asosiasi peternak rakyat dengan harga beli minimal Rp24 ribu per kilogram. Harga ini nantinya akan disesuaikan secara bertahap mengikuti Harga Acuan Pembelian (HAP) di tingkat produsen. Sebagai timbal balik, pihak peternak berkomitmen menyuplai telur sesuai standar kualitas yang ditetapkan.

Analis Proyeksikan Rupiah Berpotensi Melemah hingga Rp19 Ribu per Dolar AS

Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Badan Gizi Nasional, Tengku Syahdana, menyatakan bahwa pihaknya siap berperan sebagai operator langsung di lapangan.

“Program MBG akan menjadi stimulus bagi harga di tingkat produsen saat terjadi gejolak. Simulasi kami menunjukkan, penggunaan telur tiga kali seminggu di SPPG Jawa Timur mampu memberikan stimulus stabilisasi harga sekitar 8 hingga 10 persen,” jelas Syahdana.

Guna memastikan efisiensi distribusi dan menjaga kesegaran produk, Pemprov Jawa Timur bersama Badan Gizi Nasional akan memetakan titik SPPG dengan koperasi peternak terdekat. Prioritas pasokan diberikan kepada koperasi yang menaungi peternak skala mikro dan kecil di wilayah masing-masing.

Sementara itu, peternak dengan skala menengah ke atas diimbau untuk memperluas jangkauan pasar ke luar wilayah Jawa Timur. Hal ini dilakukan demi menjaga prinsip keadilan bagi seluruh pelaku usaha peternakan.

Komentar
Telkom Siapkan Rp 4 Triliun untuk Buyback, Simak Rekomendasi Saham TLKM

Berita Populer

01

KCIC Tambah Enam Perjalanan Whoosh, Arus Balik Bandung-Jakarta Padat

02

DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor dan Devisa Nasional

03

Kejagung Geledah Kantor BGN Pusat Jakarta Usai Ganti Pimpinan

04

Warga Jakarta Berbondong-Bondong Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan

05

Strategi ANTM Perkuat Pasar Domestik di Tengah Rencana Ekspor BUMN

06

Aher Apresiasi Dukcapil Hentikan Fotokopi e-KTP Demi Data Pribadi

07

Purbaya Tekankan Pancasila dalam Kelola Keuangan Negara

08

Harga Avtur Turun, Mengapa Surcharge Tiket Pesawat Tetap Tidak Berubah?

Berita Terbaru