Ekonomi

Purbaya Ungkap Penyebab Utama IHSG Terus Melemah Hari Ini

JAKARTA – Menteri Keuangan menegaskan bahwa pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merosot hingga di bawah level 6.000 lebih disebabkan oleh sentimen negatif ketimbang kondisi ekonomi riil. Padahal, menurutnya, fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih menunjukkan kinerja yang positif.

“Kendala utamanya adalah persepsi negatif terhadap ekonomi kita. Persepsi ini tidak sepenuhnya benar, karena APBN kita sehat dan ekonomi tumbuh cukup baik. Aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai sektor juga terus meningkat,” ujar Menteri Keuangan di Gedung DPR RI, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Upaya Memulihkan Sentimen Pasar

Purbaya menilai bahwa persepsi keliru mengenai kondisi ekonomi Indonesia telah memengaruhi pelaku pasar, sehingga menekan pasar keuangan dan saham. Menanggapi hal tersebut, Kementerian Keuangan berkomitmen untuk mempererat kerja sama dengan Bank Indonesia (BI) guna mengembalikan kepercayaan investor.

“Kami akan menghilangkan persepsi negatif tersebut melalui kolaborasi yang lebih intensif dengan bank sentral. Kerja sama yang sebelumnya sudah terjalin baik akan terus kami perkuat,” tuturnya.

Strategi Importir Hadapi Rupiah Melemah dengan Efisiensi Jam Kerja

IHSG Anjlok 8,69 Persen dalam Sepekan

Kinerja pasar saham domestik memang tengah dalam tekanan berat. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, IHSG sepanjang periode 2-5 Juni 2026 anjlok 8,69 persen dan ditutup di level 5.594,76, jauh di bawah posisi pekan sebelumnya sebesar 6.127,38.

Penurunan signifikan ini juga berdampak pada nilai kapitalisasi pasar di BEI yang menyusut menjadi Rp9.807 triliun. Angka ini turun 8,59 persen dibandingkan posisi pekan lalu yang mencapai Rp10.729 triliun.

Koreksi IHSG Capai 29 Persen Sejak Awal Tahun

Tren pelemahan IHSG sudah terlihat sejak awal tahun. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), IHSG telah terkoreksi sebesar 29,14 persen secara *year to date* (ytd) hingga Mei 2026.

Pasar Kripto Bergejolak, Investor Tetap Optimis Namun Waspada

Khusus untuk periode Mei 2026 saja, IHSG tercatat melemah 11,92 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sebagai catatan, indeks sempat berada pada level 6.127,38 pada penutupan akhir April lalu, sebelum akhirnya terus mengalami tekanan hingga awal Juni ini.

Komentar

Berita Populer

01

KCIC Tambah Enam Perjalanan Whoosh, Arus Balik Bandung-Jakarta Padat

02

DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor dan Devisa Nasional

03

Kejagung Geledah Kantor BGN Pusat Jakarta Usai Ganti Pimpinan

04

Warga Jakarta Berbondong-Bondong Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan

05

Strategi ANTM Perkuat Pasar Domestik di Tengah Rencana Ekspor BUMN

06

Aher Apresiasi Dukcapil Hentikan Fotokopi e-KTP Demi Data Pribadi

07

Purbaya Tekankan Pancasila dalam Kelola Keuangan Negara

08

Harga Avtur Turun, Mengapa Surcharge Tiket Pesawat Tetap Tidak Berubah?

Berita Terbaru