Berita

AS Sita Supertanker Iran di Samudra Hindia

as-sita-supertanker-milik-armada-bayangan-iran-di-samudera-hindia
AS Sita Supertanker Milik Armada Bayangan Iran di Samudera Hindia

Jakarta – Amerika Serikat menyita kapal tanker Davina, yang juga dikenal sebagai Lenore, setelah mengaitkannya dengan jaringan penyelundupan minyak Iran dan armada bayangan atau Ghost Fleet yang disebut kerap dipakai untuk mengangkut minyak secara ilegal. Washington menilai operasi semacam ini menjadi salah satu sumber pendapatan penting bagi Teheran.

Otoritas AS menyebut kapal tersebut masuk daftar sanksi Departemen Keuangan terhadap sektor minyak dan petrokimia Iran. Mereka juga menilai jaringan pelayaran ilegal itu ikut menopang pemasukan pemerintah Iran dari sektor energi, sekaligus disebut mengancam stabilitas kawasan serta membahayakan sekutu dan mitra Amerika Serikat.

Penyitaan Davina dilakukan sebagai bagian dari langkah Departemen Kehakiman AS (DOJ) bersama sejumlah lembaga pemerintah untuk memutus jalur distribusi minyak ilegal Iran. Washington menargetkan aliran dana yang disebut menguntungkan pemerintah Iran dan Korps Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

Dalam pernyataan di platform X, DOJ mengatakan penyitaan tersebut merupakan hasil kerja sama lintas lembaga untuk mengganggu penyelundupan minyak ilegal Iran. Pernyataan itu dikutip pada Sabtu, 6 Juni 2026.

Sebelumnya, Komando Indo-Pasifik militer AS mengonfirmasi bahwa pasukannya melakukan operasi intersepsi terhadap tanker itu di Samudra Hindia. Langkah tersebut menjadi bagian dari penegakan sanksi maritim yang terus dijalankan Washington terhadap jaringan perdagangan minyak Iran.

Bitcoin Anjlok ke 61.378 Dolar AS, Pasar Tertekan

Davina sendiri sudah terkena sanksi Amerika Serikat sejak Oktober 2024 karena diduga terlibat dalam perdagangan minyak Iran. Berdasarkan data pelacakan kapal, pada 5 Juni kapal itu berada di lepas pantai selatan Sri Lanka dengan muatan minyak mentah hampir penuh.

AS menegaskan operasi penegakan hukum di laut akan terus digelar untuk membongkar jaringan pelayaran ilegal yang menopang ekspor minyak Iran di berbagai wilayah dunia.

Komentar

Berita Populer

01

KCIC Tambah Enam Perjalanan Whoosh, Arus Balik Bandung-Jakarta Padat

02

DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor dan Devisa Nasional

03

Kejagung Geledah Kantor BGN Pusat Jakarta Usai Ganti Pimpinan

04

Warga Jakarta Berbondong-Bondong Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan

05

Strategi ANTM Perkuat Pasar Domestik di Tengah Rencana Ekspor BUMN

06

Aher Apresiasi Dukcapil Hentikan Fotokopi e-KTP Demi Data Pribadi

07

Purbaya Tekankan Pancasila dalam Kelola Keuangan Negara

08

Harga Avtur Turun, Mengapa Surcharge Tiket Pesawat Tetap Tidak Berubah?

Berita Terbaru