Parigi Moutong – Di SD Negeri Terpencil Bainaa Barat, Sulawesi Tengah, Najib Nadir menjadi sorotan publik karena rekaman video yang memperlihatkan realitas pendidikan di wilayah pelosok. Najib mengaku tidak pernah merancang konten tersebut sebagai skenario. Baginya, kamera ponsel hanyalah saksi bisu atas apa yang ia alami setiap hari.
"Perihal konten-kontennya, sebenarnya tidak ada konten yang betul-betul diniatkan untuk dibuat. Jadi sesampainya di sekolah, kalau misal ada momen-momen yang menarik, ya saya capture dengan HP yang saya gunakan. Seperti video terakhir pada saat banjir, itu spontan saja," tutur Najib dengan nada bicara yang rendah namun penuh semangat.
Sebelum menjadi abdi negara, Najib merupakan mahasiswa berprestasi jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Negeri Makassar. Ia menempuh pendidikan melalui beasiswa penuh pemerintah. Alih-alih mencari zona nyaman di kota besar, ia memilih mengabdi di wilayah pelosok.
"Awal mula jadi guru, ya memang karena di saat pemilihan jurusan itu saya aktif mengikuti berbagai kegiatan volunteer," kenangnya.

