Jakarta – Faizal membantah keras pernyataan Budi yang dianggap tidak sesuai dengan fakta sebenarnya. Faizal mengaku hanya menjawab lima pertanyaan saat diperiksa sebagai saksi di KPK. Dua pertanyaan di antaranya membahas bantuan perangkat elektronik seperti komputer, WiFi video, hingga body encoder dari Rizal kepada sejumlah aktivis. Menurutnya, bantuan tersebut merupakan hubungan personal dan tidak berkaitan dengan perkara korupsi Bea Cukai.
"Tidak ada keterlibatan kawan-kawan yang menerima bantuan ini dalam kasus kejahatan Bea dan Cukai," ucap dia.
Faizal merasa geram karena menuding Budi memelintir informasi seolah dirinya dan rekan-rekannya terlibat korupsi. Dalam laporan ke kepolisian, Faizal menjelaskan profesinya sebagai wartawan investigatif. "Kami bukan orang yang bisa dibohongi. Kalau salah, tangkap. Tapi kalau main politik, kami kejar," tandas dia.

