Jakarta – Syahril memaparkan, sebanyak 78,7 persen publik menyebut kualitas mudik Lebaran 2026 lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Mayoritas publik juga menilai kementerian atau lembaga terkait sudah cukup baik dalam menangani mudik.
"Kalau lihat kita angka minimal 84 persen ini sudah cukup baik, selaras dengan persepsi publik yang memang semua instansi lembaga cukup baik dalam menangani mudik," tuturnya.
Syahril menyebut, dominasi penggunaan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor, berdampak pada rendahnya tingkat pemanfaatan program diskon tiket dan tarif tol.
"Hanya 8,7 persen responden yang mengaku memanfaatkan program tersebut, sementara 84,3 persen tidak merasakan manfaatnya," terang dia.
Kendati begitu, lanjut Syahril, dari responden yang memanfaatkan program diskon, sebanyak 90,3 persen menyatakan puas dan sangat puas.
Survei ini melibatkan 1.260 responden yang tersebar di 126 desa atau kelurahan di 38 provinsi di Indonesia pada periode 1-5 April 2026. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka, responden merupakan WNI berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah.
Pengambilan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling, dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin of error ±2,82%.

