Berita

Menteri LH Tetapkan 20 Wilayah Aglomerasi pada 47 Kabupaten dan Kota Prioritas PSEL

Hanif menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto meminta penanganan di wilayah kota dan aglomerasi yang timbulan sampahnya lebih dari 1.000 ton per hari agar diprioritaskan dalam PSEL. Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani di Gedung Danantara, Jakarta, Selasa.

"Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menetapkan 20 aglomerasi pada 47 kabupaten dan kota. Dari 20 aglomerasi tersebut, empat aglomerasi telah dilengkapkan oleh Danantara, sisanya sebanyak 16 sudah lengkap, dan untuk yang lainnya kami lengkapi kemudian," ujar Hanif, Selasa (14/4/2026).

Dia menjelaskan, 20 wilayah aglomerasi tersebut telah memenuhi syarat tahap pertama dan mendapatkan surat keputusan resmi dari KLH. "Sementara itu, untuk kota dengan timbulan 500–1.000 ton per hari, tidak memenuhi syarat utama Peraturan Presiden (Perpres) yang menetapkan wilayah prioritas PSEL dengan timbulan sampah lebih dari 1.000 ton," kata Hanif.

Menurut Hanif, hingga saat ini, berdasarkan pemantauan dan evaluasi dari tim gabungan, terdapat tujuh wilayah aglomerasi pada 26 kabupaten/kota dengan timbulan sampah 500-1.000 ton per hari. "Tim gabungan telah menyatakan kecukupannya dan kesesuaian syarat untuk pembangunan PSEL, sehingga Menteri LH telah memberikan surat rekomendasi. Mengapa tidak surat keputusan? Karena dalam Perpres 109 yang boleh digunakan PSEL adalah aglomerasi kota dengan timbulan sampah 1.000 ton atau lebih per hari," kata dia.

Hanif melanjutkan, masih terdapat empat wilayah aglomerasi di 14 kabupaten/kota yang masih dalam tahap verifikasi dan belum mendapatkan rekomendasi karena prasyarat belum lengkap. Saat ini, terdapat total 31 wilayah aglomerasi pada 86 kabupaten/kota yang diserahkan untuk tindak lanjut investasi PSEL. "Kementerian LH akan terus mengawal pembangunan dan manajemen lapangan," tutup Hanif.

Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Wilayah Enggano Bengkulu Hari Ini Rabu

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengemukakan, Danantara dan KLH terus berkolaborasi untuk berinvestasi pada kemungkinan teknologi-teknologi lain yang mendukung program PSEL. "Kita terbuka untuk teknologi yang lain, tetapi yang penting, memang kita memprioritaskan teknologi yang sudah terbukti berjalan dengan baik di banyak negara," ujar Rosan. Saat ini, pemerintah memprioritaskan pekerjaan PSEL ini bisa berjalan baik, cepat, dan yang paling penting diterima oleh masyarakat, terutama di lingkungan tempat pengelolaan sampah.

Komentar

Berita Populer

01

Pemprov DKI Jakarta Tangkap 6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu di Lima Wilayah

02

KPK Panggil Bos Rokok HS Guna Dalami Dugaan Korupsi Cukai Bea Cukai

03

BGN Umumkan Revisi Juknis MBG 2026, Nomenklatur Personel SPPG Berubah

04

Menaker Dorong PVN 2026 Bandung Siapkan Lulusan Kerja

05

Pemkab Lima Puluh Kota Tengahi Konflik Masyarakat

06

Zigo Rolanda Dorong Infrastruktur Sumbar, Masuk Top 10 Golkar

07

Boyamin Saiman Kirim Banner Sindir KPK Izinkan Yaqut Cholil Qoumas Tahanan Rumah

08

Wamen KKP Ajak Pelaku Usaha Gunakan Stelina Tingkatkan Daya Saing Ekspor

Berita Terbaru










× www.domainesia.com
× www.domainesia.com