Jakarta – Dinas KPKP Pemprov DKI Jakarta menggencarkan penangkapan ikan sapu-sapu di sejumlah kali hingga kolam Bundaran Hotel Indonesia. Operasi penangkapan ikan bernama latin Hypostomus plecostomus itu dilakukan secara masif seiring populasi yang kian meledak.
Ikan sapu-sapu berasal dari Sungai Amazon, Amerika Selatan. Spesies ini dikenal tangguh dan adaptif karena mampu bertahan hidup dalam segala kondisi, termasuk di lingkungan tercemar.
Di Indonesia, ikan sapu-sapu mudah ditemukan di kali maupun parit yang menjadi aliran air. Hewan ini kerap menjadi target perburuan warga, terutama pada malam hari.
Bagi pecinta ikan, spesies bercorak belang ini diandalkan untuk membersihkan kolam atau akuarium. Ikan ini memakan alga, lumut, sisa organik, hingga organisme kecil. Hal tersebut menjadi dasar penamaan ikan ini di Indonesia karena dianggap mampu membersihkan lumut yang mengendap.
Meski dianggap sebagai ikan pembersih, tidak banyak yang tahu bahwa ikan sapu-sapu tidak selamanya gemar melakukan pembersihan pada area sekitarnya. Berdasarkan informasi Kementerian Kelautan dan Perikanan, terdapat masa di mana ikan sapu-sapu tidak lagi lincah melakukan pembersihan.
"Ikan sapu-sapu enggak serajin yang kamu bayangkan, lho. Kenapa? Ketika sudah besar mereka cenderung menempel di dasar perairan. Makin besar, makin malas," tulis unggahan akun tersebut.
Selain lumut, ikan sapu-sapu dapat memakan polutan dan limbah yang mengandung logam berat. Oleh karena itu, ikan ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi manusia meski telah diolah. Mengonsumsi ikan sapu-sapu atau olahannya berisiko menyebabkan gatal-gatal hingga keracunan.
"Maka dari itu ikan sapu-sapu masuk ke dalam Permen KP Nomor 41 tahun 2014 tentang larangan pemasukan jenis ikan berbahaya dari luar negeri ke dalam wilayah negara Republik Indonesia."

