Jakarta – Ma’ruf Amin menegaskan pentingnya tema halal bihalal sebagai refleksi personal maupun kelembagaan. "Dari sisi keorganisasian, momentum halal bi halal ini merupakan jalan untuk saling memaafkan dan merajut kembali ukhuwah antar sesama manusia yang sebelumnya pernah ternoda oleh kesalahan dan kekhilafan yang diperbuat", ujarnya.
Ma’ruf menjelaskan tugas manusia sebagai Khalifatullah fil ardh untuk beribadah serta memakmurkan bumi. "Allah mengatakan Dia lah yang menjadikan kamu dari tanah dan meminta kamu, yaitu tanggung jawab untuk memakmurkan bumi. Sebab memakmurkan bumi merupakan bagian daripada tugas khalifah," jelasnya.
Ia mengingatkan agar istiqomah menjaga anugerah Allah dan tidak melakukan tindakan merusak. Ma’ruf berpesan agar kebaikan tersebut ditingkatkan melalui transformasi dan inovasi.
"Artinya menjaga yang ada jangan sampai kita merusak. Kemudian menambah kebaikannya dengan melakukan transformasi dan melakukan inovasi," pungkasnya.
Kegiatan dilanjutkan pertemuan informal mengenai dinamika organisasi NU, rencana Munas dan Konbes NU, serta persiapan Muktamar NU ke-35 oleh Saifullah Yusuf.
Acara bertajuk "Meneguhkan Ukhuwah, Menyatukan Langkah" dihadiri Ma’ruf Amin, Saifullah Yusuf, Zainut Tauhid Sa’adi, Abdullah Azwar Anas, Kamarudin Amin, Puji Raharjo, Ali Ramdhani, Addin Jauharudin, Agil Nuruzzaman, Washfi Velasufa, Ubaedillah Sadewa, Safira Mahrusah, Abdul Ghoffar, Idy Muzayyad, Kawiyan, Muhammad Nur Hayed, dan pimpinan majelis alumni IPNU Provinsi se-Indonesia.

