Berita

NasDem Tegaskan Surya Paloh Hanya Tawarkan Blok Politik Bukan Fusi Partai

Jakarta – Willy menilai narasi merger partai yang berkembang tidak sepenuhnya menangkap gagasan Surya Paloh. Menurutnya, Surya Paloh dikenal sebagai sosok yang berpikir out of the box dan tidak sekadar membicarakan koalisi politik dalam arti sempit.

Dia menjelaskan, selama ini publik hanya memahami kerja sama politik sebatas sekretariat bersama atau koalisi dalam proses pencalonan. Padahal, dalam sistem presidensial seperti Indonesia, konsep koalisi pemerintahan sebenarnya tidak dikenal seperti dalam sistem parlementer.

"Pak Surya itu orang yang berpikir out of the box (lain dari biasanya). Kan kita selama ini berpikir cuma sekretariat bersama, partai koalisi. Koalisi itu dalam proses kandidasi. Sementara di dalam government (pemerintahan), kita tidak mengenal koalisi," kata dia.

Willy kemudian mencontohkan bahwa konsep blok politik sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Dia menyebut Partai Golkar sebagai salah satu bentuk political bloc yang pernah ada. Selain itu, pada era Soekarno, konsep serupa juga muncul melalui Front Nasional dengan gagasan Nasakom.

"Golkar itu political bloc. Ingat dulu Undang-Undang yang lama, Undang-Undang partai politik dan golongan karya. Artinya, kita punya dua political bloc, ya. Satu, dulu Bung Karno ketika dia mengeluarkan dekrit itu namanya Front Nasional, yang bernama Nasakom itu. Yang kedua, golongan karya itu sebelumnya Sekber Golkar. Itu political bloc," ucap Willy.

Dirut Nindya Karya Maksimalkan Pembangunan Sekolah Rakyat Serdang Bedagai

Terkait pertemuan antara Surya Paloh dan Prabowo Subianto, Willy menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar. Dia bahkan mengungkapkan bahwa hubungan keduanya sudah terjalin lama dan penuh diskusi mendalam.

Dia mengingat kembali saat Prabowo berkunjung ke NasDem Tower di Gondangdia. Dalam pertemuan tersebut, keduanya berdiskusi selama enam jam membahas berbagai isu strategis secara terbuka dan setara.

"Wajar saja dua sahabat bertemu. Ketika pertama kali Pak Prabowo datang ke Gondangdia (NasDem Tower), kami diskusi enam jam tentang banyak hal. Di mana ada hal yang lebih akrab, yang lebih intimate, untuk bisa berdialektika seperti itu? Seorang Surya Paloh dengan seorang Pak Prabowo waktu itu bisa berdiskusi secara equal (setara) tentang banyak hal," kata dia.

Komentar

Berita Populer

01

KCIC Tambah Enam Perjalanan Whoosh, Arus Balik Bandung-Jakarta Padat

02

DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor dan Devisa Nasional

03

Kejagung Geledah Kantor BGN Pusat Jakarta Usai Ganti Pimpinan

04

Warga Jakarta Berbondong-Bondong Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan

05

Strategi ANTM Perkuat Pasar Domestik di Tengah Rencana Ekspor BUMN

06

Aher Apresiasi Dukcapil Hentikan Fotokopi e-KTP Demi Data Pribadi

07

Purbaya Tekankan Pancasila dalam Kelola Keuangan Negara

08

Harga Avtur Turun, Mengapa Surcharge Tiket Pesawat Tetap Tidak Berubah?

Berita Terbaru