Berita

NasDem Tegaskan Surya Paloh Hanya Tawarkan Blok Politik Bukan Fusi Partai

Jakarta – Willy menilai narasi merger partai yang berkembang tidak sepenuhnya menangkap gagasan Surya Paloh. Menurutnya, Surya Paloh dikenal sebagai sosok yang berpikir out of the box dan tidak sekadar membicarakan koalisi politik dalam arti sempit.

Dia menjelaskan, selama ini publik hanya memahami kerja sama politik sebatas sekretariat bersama atau koalisi dalam proses pencalonan. Padahal, dalam sistem presidensial seperti Indonesia, konsep koalisi pemerintahan sebenarnya tidak dikenal seperti dalam sistem parlementer.

"Pak Surya itu orang yang berpikir out of the box (lain dari biasanya). Kan kita selama ini berpikir cuma sekretariat bersama, partai koalisi. Koalisi itu dalam proses kandidasi. Sementara di dalam government (pemerintahan), kita tidak mengenal koalisi," kata dia.

Willy kemudian mencontohkan bahwa konsep blok politik sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Dia menyebut Partai Golkar sebagai salah satu bentuk political bloc yang pernah ada. Selain itu, pada era Soekarno, konsep serupa juga muncul melalui Front Nasional dengan gagasan Nasakom.

"Golkar itu political bloc. Ingat dulu Undang-Undang yang lama, Undang-Undang partai politik dan golongan karya. Artinya, kita punya dua political bloc, ya. Satu, dulu Bung Karno ketika dia mengeluarkan dekrit itu namanya Front Nasional, yang bernama Nasakom itu. Yang kedua, golongan karya itu sebelumnya Sekber Golkar. Itu political bloc," ucap Willy.

Kejaksaan Agung Periksa 15 Saksi Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Hery Susanto

Terkait pertemuan antara Surya Paloh dan Prabowo Subianto, Willy menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar. Dia bahkan mengungkapkan bahwa hubungan keduanya sudah terjalin lama dan penuh diskusi mendalam.

Dia mengingat kembali saat Prabowo berkunjung ke NasDem Tower di Gondangdia. Dalam pertemuan tersebut, keduanya berdiskusi selama enam jam membahas berbagai isu strategis secara terbuka dan setara.

"Wajar saja dua sahabat bertemu. Ketika pertama kali Pak Prabowo datang ke Gondangdia (NasDem Tower), kami diskusi enam jam tentang banyak hal. Di mana ada hal yang lebih akrab, yang lebih intimate, untuk bisa berdialektika seperti itu? Seorang Surya Paloh dengan seorang Pak Prabowo waktu itu bisa berdiskusi secara equal (setara) tentang banyak hal," kata dia.

Komentar

Berita Populer

01

Pemprov DKI Jakarta Tangkap 6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu di Lima Wilayah

02

KPK Panggil Bos Rokok HS Guna Dalami Dugaan Korupsi Cukai Bea Cukai

03

BGN Umumkan Revisi Juknis MBG 2026, Nomenklatur Personel SPPG Berubah

04

Menaker Dorong PVN 2026 Bandung Siapkan Lulusan Kerja

05

Pemkab Lima Puluh Kota Tengahi Konflik Masyarakat

06

Zigo Rolanda Dorong Infrastruktur Sumbar, Masuk Top 10 Golkar

07

Boyamin Saiman Kirim Banner Sindir KPK Izinkan Yaqut Cholil Qoumas Tahanan Rumah

08

Wamen KKP Ajak Pelaku Usaha Gunakan Stelina Tingkatkan Daya Saing Ekspor

Berita Terbaru










× www.domainesia.com
× www.domainesia.com