Jakarta – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan pemerintah akan meningkatkan pembangunan di wilayah perbatasan, termasuk kawasan perbatasan Indonesia–Filipina di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.
"Program dari Bapak Presiden Prabowo, memerintahkan kepada Pak Ara Sirait (Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman), saya, Kepala BPS, dan semua untuk bekerja, untuk menangani perumahan, dan juga meningkatkan pembangunan di daerah perbatasan," kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (11/4/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan saat Tito melakukan inspeksi di wilayah Sitaro yang sebelumnya terdampak banjir. Ia menegaskan kunjungan tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan penanganan rumah warga yang rusak akibat bencana.
Kunjungan itu dilakukan bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait serta Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti.
Tito menjelaskan, pemerintah tengah menjalankan program penanganan rumah tidak layak huni di wilayah perbatasan. Kabupaten Sitaro menjadi salah satu lokasi prioritas, seiring dampak banjir yang dialami masyarakat serta tingkat kemiskinan yang masih relatif tinggi.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat wilayah perbatasan, baik dari sisi kesejahteraan masyarakat maupun aspek pertahanan.
"(Kebijakan ini sebagai upaya) menjaga daerah perbatasan sebagai buffer zone keamanan, pertahanan, juga untuk keadilan rakyat agar nasionalisme meningkat, negara hadir," tuturnya.

