IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

Bitcoin Terjun Bebas: Kebijakan The Fed Memicu Kekhawatiran Pasar Kripto.

Jakarta – Pasar kripto kembali bergejolak setelah harga bitcoin anjlok tajam, memicu kekhawatiran *crash* baru di kalangan investor. Harga bitcoin kini diperdagangkan di kisaran 86.000 dollar AS, anjlok dari level 126.000 dollar AS pada Oktober lalu. Penurunan ini merupakan yang terendah sejak April, kala itu tarif perdagangan yang diumumkan Presiden AS Donald Trump sempat memicu kepanikan pasar.

Sentimen pasar semakin memburuk setelah kekhawatiran akan potensi penjualan besar-besaran senilai hingga 1 triliun dollar AS di pasar kripto menyeruak. Kondisi ini diperparah oleh sinyal dari Federal Reserve (The Fed) yang diperkirakan tidak akan memangkas suku bunga acuan pada Desember mendatang.

Pelaku pasar kini fokus menanti langkah Federal Reserve (The Fed), terutama setelah rilis data ketenagakerjaan yang tertunda menekan peluang pemangkasan suku bunga acuan pada Desember. Padahal, sebelumnya langkah pemangkasan suku bunga diperkirakan dapat menopang aset berisiko seperti bitcoin.

Sara Devereux, Kepala Bisnis Obligasi Vanguard, memperingatkan bahwa The Fed kemungkinan hanya akan memangkas suku bunga satu atau dua kali. Angka ini berbanding terbalik dengan harapan pasar yang memprediksi hingga empat kali pemangkasan pada tahun depan.

“Terlalu banyak pemangkasan suku bunga telah diperhitungkan oleh pasar saat ini. Pasar terlalu bergantung pada itu,” ujar Devereux. Ia menambahkan, The Fed mungkin hanya akan melakukan satu atau dua pemangkasan saja.

CELIOS Usul Pemerintah Ubah Bansos Sembako Jadi Bantuan Tunai

Devereux juga memprediksi bahwa The Fed bisa mencapai level suku bunga “netral” pada pertengahan tahun depan. Sebuah titik di mana biaya pinjaman tidak mempercepat maupun memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Tekanan terhadap harga bitcoin semakin menguat, sempat mendekati 80.000 dollar AS per koin, yang merupakan level terendah sejak April. Penurunan ini menyeret pasar kripto lebih dalam karena investor cenderung beralih pada strategi *risk-off* atau penghindaran risiko.

“Bitcoin berada di posisi paling berisiko dan terus melanjutkan tren penurunan yang dimulai sejak akhir Oktober,” kata Dan Coatsworth, Head of Markets AJ Bell. Ia menambahkan, jika pelaku pasar kehilangan kepercayaan pada saham teknologi, kripto akan semakin terpuruk.

Ketidakpastian sikap The Fed juga memperburuk kondisi pasar. “Pesan yang saling bertentangan ini menyulitkan investor untuk memprediksi langkah The Fed,” jelas Coatsworth.

Kini, peluang tidak ada perubahan suku bunga pada Desember mencapai 67 persen. Padahal, sebulan lalu, peluang pemangkasan seperempat poin masih sangat tinggi, mencapai 98 persen.

BPS Turunkan Tingkat Error Klasifikasi Data Desil DTSEN Jadi 23%

Fokus investor juga tertuju pada data ketenagakerjaan terbaru AS. Pertumbuhan di Amerika Serikat melampaui ekspektasi pada September, menjadi yang tertinggi dalam lima bulan terakhir.

Menurut Isaac Stell, Investment Manager Wealth Club, pertumbuhan tenaga kerja di September melampaui proyeksi dan memberikan gambaran positif sebelum penutupan pemerintahan. Data ini menunjukkan penambahan 119.000 pekerjaan.

Data tersebut semula dijadwalkan rilis pada 3 Oktober, namun tertunda akibat penutupan pemerintahan. Stell menambahkan, data ini menjadi satu-satunya rilis ekonomi besar menjelang rapat The Fed pada 9 Desember.

Sebelumnya, risalah rapat The Fed menunjukkan adanya perbedaan pandangan di antara para pejabatnya terkait apakah suku bunga perlu dipertahankan atau dipangkas.

“Melihat sikap hati-hati The Fed dalam risalah sebelumnya dan kuatnya data tenaga kerja, kemungkinan besar tidak akan ada perubahan suku bunga,” tegas Stell.

Wall Street Menguat Meski Inflasi AS Agustus Kembali Meningkat

“Dengan demikian, tidak akan ada ‘kado Natal’ berupa pemangkasan suku bunga untuk konsumen AS,” pungkasnya.

Komentar

Berita Populer

01

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

02

Cara Mudah Beli Paket Data Semua Operator Lewat Aplikasi GoPay

03

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

04

Purbaya Nilai Jakarta Tak Perlu Terbitkan Obligasi untuk Pembangunan Infrastruktur

05

UMK 2026: Daftar Lengkap Wilayah dengan UMK Tertinggi & Terendah

06

Proyeksi Kinerja ANTM Tetap Kuat di Tengah Bayang Risiko Regulasi

07

Akselerasi Dekarbonisasi Industri Indonesia Melalui RUEN 2026–2035

08

Profil Ikhwan Ali Tanamal, Debutan Gemilang Persib Bandung Lawan Arema FC

Berita Terbaru