New York – Indeks-indeks utama Wall Street kembali menorehkan rekor penutupan tertinggi pada perdagangan Jumat (19/9/2025) waktu setempat. Pencapaian ini menandai hari kedua berturut-turut bursa saham AS mencatatkan rekor, didorong oleh pemangkasan suku bunga pertama The Federal Reserve tahun ini dan optimisme pasar akan pelonggaran kebijakan moneter lanjutan.
Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 172,85 poin atau 0,37 persen, mencapai 46.315,27. Sementara itu, S&P 500 menguat 32,40 poin atau 0,49 persen ke level 6.664,36. Nasdaq Composite tidak ketinggalan, melesat 160,75 poin atau 0,72 persen, berakhir di 22.631,48.
Secara mingguan, performa pasar juga menunjukkan tren positif. S&P 500 naik 1,2 persen, Nasdaq menguat 2,2 persen, dan Dow Jones bertambah 1,05 persen. Volume perdagangan di bursa AS tercatat fantastis, mencapai 27,78 miliar saham, menjadi yang tertinggi sejak April dan jauh melampaui rata-rata 17,41 miliar saham dalam 20 hari terakhir.
Beberapa saham menunjukkan kinerja cemerlang. Saham FedEx melesat 2,3 persen setelah membukukan laba dan pendapatan kuartalan yang melampaui ekspektasi analis. Apple juga melonjak 3,2 persen menyusul kenaikan target harga saham dari J.P. Morgan. Kenaikan Palantir dan Oracle turut mengangkat sektor teknologi S&P 500 sebesar 1,19 persen.
Meskipun sempat berfluktuasi karena pasar mencerna sinyal kebijakan The Fed, sentimen investor tetap positif. Scott Ladner, Chief Investment Officer Horizon Investments, menyatakan bahwa pelonggaran target inflasi The Fed akan menjadi sinyal positif bagi saham.
Perkembangan geopolitik juga turut memengaruhi sentimen pasar. Investor memantau pembicaraan telepon antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang membahas potensi kesepakatan TikTok.
Dengan capaian ini, Wall Street mempertahankan jalur penguatan sepanjang September. Ini menarik, mengingat bulan September secara historis kerap menjadi periode yang kurang menguntungkan bagi pasar saham AS.

