Berita

KKP Bangun K-SIGN Rote Ndao, Dorong Swasembada Garam 2027

ri-akan-swasembada-garam-industri-lewat-program-k-sign-kkp-di-rote-ndao-ntt
RI akan Swasembada Garam Industri Lewat Program K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT

Rote Ndao – Pemerintah menargetkan kawasan industri garam K-SIGN di Kabupaten Rote Ndao menjadi jawaban atas ketergantungan Indonesia terhadap impor garam industri yang selama ini masih tinggi. Proyek strategis ini juga diposisikan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan garam nasional menuju swasembada pada 2027.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut, kebutuhan garam nasional terus naik setiap tahun. Pada 2024, total kebutuhan diperkirakan mencapai sekitar 4,8 juta ton, dan lebih dari 55 persen di antaranya masih dipenuhi dari luar negeri, terutama untuk kebutuhan industri dengan standar kualitas tertentu.

Selama lima tahun terakhir, Indonesia rata-rata mengimpor lebih dari 2,6 juta ton garam per tahun. Kondisi itu dinilai kontras dengan posisi Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada serta memiliki potensi pesisir besar untuk produksi garam.

“Pembangunan K-SIGN di Rote Ndao adalah jawaban atas kebutuhan strategis bangsa. Program ini bukan hanya pusat produksi garam, tetapi juga simbol kemandirian, keberlanjutan, dan keadilan sosial bagi masyarakat pesisir Indonesia,” kata KKP dalam keterangan pers, Sabtu, 6 Juni 2026.

KKP menegaskan garam bukan sekadar kebutuhan rumah tangga. Komoditas ini menjadi bahan baku penting bagi berbagai sektor industri.

Purbaya Siapkan Sanksi untuk Importir yang Menumpuk Kontainer

Di sektor pangan, garam digunakan dalam pembuatan makanan olahan, kecap, saus, makanan kaleng, hingga minuman elektrolit. Adapun di industri kimia dan manufaktur, garam menjadi komponen utama untuk soda kaustik, klorin, kaca, sabun, deterjen, tekstil, serta pengolahan logam dan kulit.

Peran garam juga masuk ke sektor kesehatan dan farmasi. Bahan ini dipakai untuk produksi cairan infus, oralit, antiseptik, dan garam beryodium yang membantu mencegah penyakit gondok.

Di tengah kekhawatiran soal dampak lingkungan, KKP memastikan pembangunan K-SIGN tetap mengedepankan keberlanjutan ekosistem pesisir. Seluruh proses, menurut kementerian itu, sudah mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk persyaratan lingkungan, kajian teknis, dan izin yang diperlukan.

“KKP memandang wilayah pesisir sebagai ruang hidup yang memiliki fungsi ekologis, sosial, budaya, dan ekonomi yang harus dikelola secara seimbang,” tulis KKP.

Sebagai bagian dari komitmen perlindungan lingkungan, KKP telah menanam mangrove seluas 24 hektare di sekitar kawasan K-SIGN sepanjang 2025. Program itu akan berlanjut pada 2026 dengan target penanaman 100 hektare mangrove di Kabupaten Rote Ndao.

Kemnaker Gandeng Boga Group Buka Peluang Kerja Lansia

“Penanaman mangrove tidak hanya berfungsi menjaga ekosistem pesisir, tetapi juga menjadi benteng alami untuk mengurangi abrasi pantai, meredam gelombang, serta menjaga keseimbangan lingkungan pesisir,” demikian pernyataan KKP.

Kementerian juga memastikan keterlibatan masyarakat dan pemerintah daerah dalam setiap tahapan pembangunan melalui sosialisasi, konsultasi publik, koordinasi teknis, dan forum diskusi.

Kehadiran kawasan industri garam ini diharapkan membuka lapangan kerja baru, memperbesar peran tenaga kerja lokal, mendorong tumbuhnya UMKM, serta menggerakkan aktivitas ekonomi penunjang di Rote Ndao.

Dengan pendekatan pembangunan berkelanjutan, KKP optimistis K-SIGN dapat menjadi penggerak swasembada garam nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“KKP menegaskan akan terus membuka ruang dialog dan menerima masukan konstruktif dari seluruh pemangku kepentingan guna memastikan pembangunan K-SIGN berjalan secara inklusif, transparan, dan berkelanjutan demi tercapainya kemandirian garam Indonesia,” kata kementerian itu.

Komut Pertamina Tekankan Mitigasi Risiko dan Solidaritas Grup

Komentar

Berita Populer

01

KCIC Tambah Enam Perjalanan Whoosh, Arus Balik Bandung-Jakarta Padat

02

DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor dan Devisa Nasional

03

Kejagung Geledah Kantor BGN Pusat Jakarta Usai Ganti Pimpinan

04

Warga Jakarta Berbondong-Bondong Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan

05

Strategi ANTM Perkuat Pasar Domestik di Tengah Rencana Ekspor BUMN

06

Aher Apresiasi Dukcapil Hentikan Fotokopi e-KTP Demi Data Pribadi

07

Purbaya Tekankan Pancasila dalam Kelola Keuangan Negara

08

Harga Avtur Turun, Mengapa Surcharge Tiket Pesawat Tetap Tidak Berubah?

Berita Terbaru