Jakarta – Kardinal Ignatius Suharyo memimpin Misa Natal Pontifikal di Gereja Katedral Jakarta, Kamis (25/12/2023), pukul 08.30 WIB. Misa ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Natal.
Dalam khotbahnya, Suharyo menyatakan bahwa manusia memiliki martabat luhur, namun seringkali merendahkannya dengan memuja uang dan korupsi.
Suharyo mengutip pernyataan Paus Franciscus, "Inilah yang terungkap misalnya di dalam tindakan-tindakan yang tidak bermartabat, seperti yang diangkat oleh Mendiang Paus Franciscus di dalam pernyataannya ketika memaklumkan tahun suci luar biasa, yaitu bertindak tidak adil memuja uang dan korupsi."
Suharyo juga menyinggung luka yang diderita orang-orang yang suaranya diredam oleh kekuasaan, serta bahaya uang yang dapat menjerumuskan pada pola pikir bahwa kebaikan dan kebahagiaan bergantung padanya.
Suharyo kembali mengutip Paus Franciscus bahwa korupsi adalah dosa berat yang akan mendapat pembalasan. "Korupsi membuat kita tidak mampu melihat masa depan dengan penuh harapan. Karena keserakahan yang lalim itu menghancurkan harapan-harapan kaum lemah dan menginjak-injak orang yang paling miskin di antara kaum miskin. Korupsi adalah skandal publik yang berat," kata Suharyo.


