Yogyakarta – Universitas Gadjah Mada (UGM) mengimbau ratusan mahasiswanya penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk menjaga sikap dan menghindari gaya hidup mewah. Imbauan ini disampaikan setelah 610 mahasiswa UGM diumumkan sebagai penerima beasiswa LPDP periode Ganjil 2025.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengembangan Masyarakat, dan Alumni UGM, Arie Sujito, menegaskan bahwa beasiswa LPDP merupakan bentuk tanggung jawab negara. Oleh karena itu, penerima beasiswa dilarang berperilaku royal selama masa studi.
Arie menyoroti situasi krisis sosial, ekonomi, dan politik di Tanah Air saat ini, membuat gaya hidup hedonis yang mempertontonkan kemewahan menjadi tidak pantas. Sikap demikian, menurut Arie, hanya akan merugikan dan merusak martabat mahasiswa.
“Maka hindari sikap mempertontonkan gaya hidup yang tidak relevan, apalagi di tengah krisis ekonomi dan politik seperti saat ini,” tegas Arie.
Dia juga berharap, setelah menyelesaikan studi, para mahasiswa dapat kembali ke daerah masing-masing. Mereka didorong untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat dengan bekal ilmu yang diperoleh dari bangku kuliah.
Dari pihak LPDP, Kepala Divisi Pelayanan Beasiswa Gendro Hartono menjelaskan bahwa beasiswa tersebut merupakan amanah negara untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul. Hingga tahun 2025, LPDP telah mendukung lebih dari 555.776 *awardee* dan alumni.
UGM sendiri menjadi kampus dengan jumlah penerima beasiswa LPDP terbanyak, mencapai 6.955 orang.
Gendro mengingatkan agar prestasi akademik harus seimbang dengan kesehatan, aktivitas organisasi, dan integritas pribadi. “Mohon fokus pada studi, lulus tepat waktu, bijak dalam bermedia, dan menjaga nama baik sebagai individu maupun sebagai penerima LPDP,” pesan Gendro.


