IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
News

Polisi Periksa CCTV dan Saksi Kasus Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Hery Saputra memberikan keterangan terkait kasus penculikan
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Hery Saputra mengonfirmasi laporan penculikan atlet golf Jesslyn Wijaya.

Jakarta, Gonesia.com – Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat kini tengah memburu kelompok pria misterius yang diduga melakukan penculikan terhadap atlet golf putri nasional, Jesslyn Wijaya Lay, di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat.

Peristiwa yang memicu kekhawatiran publik ini telah memicu respons cepat dari aparat penegak hukum untuk segera mengungkap motif serta keberadaan korban.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Hery Saputra, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi terkait insiden tersebut.

“Betul ada laporan tersebut ke Polres Jakarta Pusat. Selanjutnya kami masih lakukan pendalaman untuk mencari fakta-faktanya,” ujar AKBP Roby saat dikonfirmasi, Senin (20/7).

Penyidik saat ini tengah bekerja keras mengumpulkan bukti materiel serta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian.

Publik Didorong Kawal Kasus Febrie Adriansyah demi Transparansi Kejagung

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, menyatakan bahwa prosedur investigasi telah dijalankan sesuai dengan standar operasional yang berlaku.

“Saksi Sudah ada yg diperiksa. Untuk CCTV sudah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik,” terangnya.

Insiden penculikan tersebut diketahui terjadi pada Senin malam, 13 Juli 2026, sekitar pukul 19.45 WIB.

Saat itu, Jesslyn sedang menghadiri acara perayaan ulang tahun sang nenek di Restoran Saung Kita, Mangga Besar.

Situasi perayaan keluarga yang damai mendadak berubah menjadi mencekam ketika sekelompok orang tak dikenal melakukan aksi penyergapan secara terencana.

Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Terjaring OTT KPK di NTB

Kuasa hukum korban, Andi Darti, menjelaskan bahwa pelaku diduga berjumlah lima orang dengan postur tubuh besar.

“Jesslyn tiba-tiba disergap oleh sekelompok pria bertubuh besar yang berjumlah sekitar 5 orang. Matanya ditutup paksa, tubuhnya diangkat dan digendong menuju sebuah mobil hitam di luar restoran,” kata Andi dalam keterangannya.

Keluarga korban telah mendaftarkan laporan resmi dengan nomor register LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA.

Hingga saat ini, pihak keluarga masih menanti perkembangan signifikan terkait keberadaan Jesslyn.

Mereka berharap pihak kepolisian segera meningkatkan status perkara dari penyelidikan ke tahap penyidikan guna mempercepat proses penangkapan pelaku.

Menlu Iran Ungkap Isi Negosiasi dengan Utusan AS Steve Witkoff

“Pihak keluarga menaruh harapan dan kepercayaan penuh pada profesionalisme Kepolisian Negara Republik Indonesia. Semoga pihak kepolisian dapat bergerak cepat menaikkan status perkara ke tahap penyidikan demi keselamatan korban, mengingat bukti permulaan dan keterangan saksi di lapangan sudah sangat jelas,” tutur Andi.

Selain mendesak aparat, pihak keluarga juga meminta bantuan masyarakat yang mungkin memiliki informasi terkait pergerakan mobil hitam di sekitar lokasi pada malam kejadian.

“Sekecil apa pun informasi akan menjadi secercah cahaya bagi kepulangan seorang anak bangsa ke pelukan keluarga,” pungkasnya.

Hingga Selasa (21/7), pihak kepolisian belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai identitas pelaku maupun motif di balik aksi penculikan atlet tersebut.

Penyelidikan di lapangan masih terus berlangsung dengan pemeriksaan intensif terhadap rekaman kamera pengawas di sekitar area Mangga Besar.

Komentar