IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Showbiz

Superman Is Dead Meriahkan Synchronize Fest 2025 dengan Perayaan 30 Tahun Berkarya

Jakarta – Puluhan ribu penonton Synchronize Fest 2025 menjadi saksi perayaan tiga dekade perjalanan band punk rock asal Bali, Superman Is Dead (SID). Tampil selama satu jam di Dynamic Stage Jiexpo, Kemayoran, pada Minggu, 5 Oktober 2025, Jerinx, Bobby Kool, dan Eka Rock memukau penggemar dengan deretan lagu hits serta penampilan yang sarat makna.

Panggung megah dibuka dengan cuplikan video perjalanan tiga personel SID dari tahun ke tahun. Diiringi rekaman lagu “The Opening (Ketika Senja)”, satu per satu personel naik panggung, langsung menggebrak dengan “Aku Persepsi”. Gaya rockabilly yang kental dikenakan Jerinx, Bobby, dan Eka, bersama dua pemain tambahan, semakin menegaskan identitas panggung mereka.

Suasana semakin memanas ketika SID melanjutkan dengan “Bulan & Ksatria”, diiringi visual tengkorak menunggang kuda membawa bendera hitam. Bobby Kool menyapa penggemar, “Malam ini kita rayakan masih dalam rangka Superman Is Dead anniversary yang ke-30,” sebelum mengumumkan “Punk Hari Ini”. Sontak, ribuan penonton bersorak dan ikut bernyanyi, membuktikan popularitas lagu rilisan 2003 tersebut dengan lirik ikonik seperti, “Wo-ho-wo, kubenci semua yang tak pasti // Wo-ho-wo, rambut spikey dibilang funky”.

Di sela jeda, layar LED kembali menampilkan perjalanan SID, termasuk wawancara berbahasa Inggris Jerinx yang memantik tepuk tangan dari Outsider dan Lady Rose, julukan penggemar mereka. Momen spesial berlanjut dengan lagu “Cerita Semalam”, sebuah nomor melodic-punk khas 90-an yang jarang dibawakan. Bobby menegaskan, “Wah sangat-sangat jarang kami bawakan lagu itu, karena sangat spesial. Dan satu lagi ini lebih jarang kami bawakan, judulnya ‘Luka Indonesia’.” Kedua lagu tersebut pun sontak menggema.

Tak memberi jeda, SID menyuguhkan “Tentang Tiga” yang diiringi kolase foto personel di masa muda, dan tulisan “Hey Sir! Punk rock is still alive and well!” di layar. Sebelum penonton sempat beristirahat, lagu populer “Falling Down” dari tahun 2004 kembali menghentak panggung. Di tengah kegelapan panggung, Jerinx beralih ke gitar akustik untuk membawakan lagu baru berjudul “Cahaya Nusantara”, ditemani sang istri, Nora Alexandra.

WinWin Resmi Keluar dari SM Entertainment, NCT, dan WayV

Kembali ke balik drum, Jerinx bersama Bobby dan Nora membawakan “Sunset di Tanah Anarki” yang sangat emosional. Layar LED menampilkan foto-foto aktivis HAM Munir Said Thalib, penyair Wiji Thukul, dan aktivis buruh Marsinah, mengingatkan penonton pada perjuangan mereka. Visual “135+ Bukan Sekadar Angka” turut melengkapi pesan tersebut.

Puncak kemeriahan terjadi saat intro “Jika Kami Bersama” dimainkan, membuat penonton bersorak dan menyalakan flare, menciptakan pemandangan layaknya di stadion sepak bola. Bobby Kool mengungkapkan, “Outsider, Lady Rose, ini adalah kemesraan yang luar biasa,” sebelum SID melanjutkan dengan medley “Kemesraan” yang dipopulerkan Iwan Fals. Penampilan spektakuler Superman Is Dead ditutup dengan kembali memainkan bagian akhir “Jika Kami Bersama”, disusul sesi foto bersama penggemar dari atas panggung, mengakhiri perayaan tiga dekade yang tak terlupakan.

Komentar