Jakarta, Fenesia.com — Grup musik legendaris Padi Reborn resmi mentransformasi pengalaman konser mereka menjadi sebuah karya sinematik kelas premium melalui peluncuran film Konser Dua Delapan.
Produksi audio-visual ini merupakan dokumentasi dari perhelatan akbar yang sebelumnya sukses digelar pada 31 Januari 2026 silam.
Publik dan penggemar setia yang dikenal sebagai Sobat Padi mendapatkan kesempatan perdana menyaksikan karya tersebut dalam acara Exclusive Limited Screening.
Kegiatan penayangan eksklusif ini berlangsung di Studio 1 XXI Plaza Senayan, Jakarta, pada Selasa (7/7).
Format layar lebar ini dirancang khusus untuk menangkap seluruh detail magis dari konsep panggung 360 derajat yang menjadi ciri khas konser tersebut.
Pengalaman menonton ditingkatkan secara signifikan melalui penggunaan teknologi audio Dolby yang memberikan efek suara lebih jernih dan imersif.
Vokalis Padi Reborn, Fadly, mengungkapkan bahwa konser tersebut memiliki kedekatan personal yang sangat dalam bagi seluruh personel band.
“Konser Dua Delapan adalah salah satu momen musikal paling sakral dan emosional yang pernah kami alami sepanjang karier. Kami merasakan energi yang luar biasa dari Sobat Padi yang hadir” kata dia dikutip dari Fenesia.com pada Selasa (7/7).
Ia menambahkan bahwa tujuan utama dari perilisan film ini adalah untuk mengabadikan memori kolektif antara musisi dan pendengarnya.
“Melalui Exclusive Limited Screening Konser Dua Delapan ini, kami ingin merawat dan membagikan kembali kehangatan dan keintiman malam itu,” ujarnya.
Satriyo Yudi Wahono atau yang akrab disapa Piyu menjelaskan bahwa proyek ini telah direncanakan secara matang sejak tahap awal persiapan konser.
Pihak manajemen bahkan mengerahkan setidaknya 10 kamera yang tersebar di berbagai sudut strategis untuk memastikan setiap sudut pandang terekam dengan sempurna.
“Konser Dua Delapan memang dipersiapkan lebih detail, dari awal disiapkan untuk didokumentasikan dengan baik,” tutur pria tersebut.
Strategi distribusi konten ini juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi para penggemar di berbagai daerah.
Manajemen band menyatakan keterbukaan mereka bagi komunitas Sobat Padi yang ingin menyelenggarakan acara nonton bareng secara mandiri.
Selain penayangan terbatas, pihak band juga telah memproyeksikan perluasan jangkauan audiens melalui media digital.
Karya sinematik ini direncanakan akan masuk ke dalam katalog layanan Over The Top (OTT) dalam waktu dekat.
Ia menjelaskan bahwa detail mengenai jadwal tayang di platform digital tersebut akan segera diumumkan setelah proses kerja sama dengan pihak mitra produksi rampung.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi standar baru dalam pengemasan dokumentasi konser musik di Indonesia agar tetap relevan bagi generasi penikmat musik masa kini.

