IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

Harga Ayam Melemah, Analis Prediksi Kinerja Japfa Tetap Positif di Semester II

Jakarta, Gonesia.com – Kinerja PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) diproyeksikan menghadapi tantangan berat pada kuartal II-2026 akibat penurunan harga ayam broiler dan day-old chick (DOC).

Analis CGS International Sekuritas Indonesia, Jason Chandra, mengatakan, pelemahan harga ayam dan DOC diperkirakan akan menekan kinerja emiten unggas pada kuartal II-2026.

Data menunjukkan rata-rata harga ayam broiler hingga Juni 2026 terperosok ke level Rp 20.000 per kilogram atau turun 6% dibandingkan bulan Mei 2026.

Harga DOC juga ikut melemah menjadi sekitar Rp 5.900 per ekor yang mencerminkan penurunan sebesar 16% secara bulanan.

Dia menjelaskan bahwa pelemahan tersebut merupakan pola musiman yang lazim terjadi selama bulan Suro.

BI Perluas Kebijakan MDR QRIS 0% untuk Transaksi di Bawah Rp100 Ribu

Apabila tren tersebut berlanjut, rata-rata harga ayam broiler pada kuartal II-2026 diperkirakan berada di level Rp 20.900 per kilogram, turun 15% secara kuartalan (QoQ), namun masih naik 4% secara tahunan (YoY).

Harga DOC diproyeksikan mencapai rata-rata Rp 6.600 per ekor, turun 10% QoQ tetapi meningkat 38% YoY.

Berdasarkan pola historis lima tahun terakhir, harga ayam broiler biasanya turun sekitar 5% secara bulanan (MoM) selama periode Suro, sebelum kembali pulih sekitar 2% pada bulan berikutnya.

“Analis memperkirakan pola serupa akan kembali terjadi pada Juli 2026 setelah periode Suro berakhir, didukung oleh kebijakan pemerintah, yaitu pengurangan (culling) pasokan DOC sebesar 5%–7% pada Juni 2026,” ujarnya dikutip dari riset tanggal 26 Juni 2026.

Kebijakan mengenai harga jual ayam livebird sebesar Rp 19.500 per kilogram di tingkat peternak yang efektif sejak awal Juni 2026 juga menjadi faktor penentu.

Harga Ayam Turun, Indo Premier Rekomendasikan Beli Saham Japfa (JPFA)

Di sisi lain, analis NH Korindo Sekuritas Indonesia, Steven Willie, menyoroti adanya kelebihan pasokan di pasar domestik.

Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan mengindikasikan kondisi oversupply sebesar 5% hingga 10% di atas permintaan mingguan normal, terutama di wilayah Jawa.

Kondisi tersebut dipicu oleh normalisasi permintaan pasca-Lebaran serta siklus produksi ayam yang berlangsung secara bersamaan.

Dia menambahkan bahwa keberadaan peternak musiman yang masuk ke bisnis pembesaran ayam menjelang hari raya turut memperparah ketidakseimbangan pasokan.

“Diperkirakan fase normalisasi permintaan ini masih akan berlanjut hingga kuartal III-2026, sesuai pola musiman yang umumnya terjadi pada pertengahan tahun,” jelasnya.

Akses Sulit Hambat Pemadaman Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas

Meski demikian, prospek JPFA di semester II-2026 tetap dinilai positif karena dukungan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program pemerintah tersebut diprediksi mampu menyerap tambahan konsumsi ayam hingga 1,2 juta ton, sehingga menekan angka oversupply dari 58% pada 2025 menjadi 30% pada 2026.

Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, melihat prospek jangka panjang perseroan masih menjanjikan berkat penurunan utang dan kenaikan segmen makanan olahan.

Rasio net debt to equity JPFA diproyeksikan membaik dari 40% pada 2025 menjadi 23% pada 2028.

Pendapatan segmen processed food juga diperkirakan melonjak 62% menjadi Rp 17,2 triliun dalam tiga tahun mendatang.

Secara keseluruhan, pendapatan JPFA pada 2026 diprediksi mencapai Rp 64,66 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 4,17 triliun.

Para analis kompak memberikan rekomendasi beli terhadap saham JPFA dengan target harga di kisaran Rp 3.200 hingga Rp 3.300 per saham.

Komentar

Berita Populer

01

Saham Blue Chip Tertekan, Simak Peluang Rebound Semester II 2026

02

Manufaktur Indonesia Targetkan Pertumbuhan 5,51 Persen di 2026

03

Contraflow Jakarta-Cikampek KM 55-65 Berlaku: Cek Info Terbaru!

04

PLTMG Gunungsitoli Amankan Listrik Nias, Hadapi Cuaca Ekstrem Saat Nataru

05

Profil Erling Haaland: Harapan Norwegia dan Kandidat Top Skor Piala Dunia 2026

06

Biochar Sisik Ikan Perkuat Komposit Serat Karbon, Kurangi Limbah, Tingkatkan Kekuatan

07

Petugas PPSU Jakarta Utara Menjaga Integritas Kerja di Tengah Godaan Manipulasi

08

Bencana Sumatra Rusak Parah 54 Sekolah; Siswa Belajar di Tenda

Berita Terbaru