Jakarta – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya intensif memberikan penjelasan mengenai penanganan bencana di Sumatra. Pakar Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah, menilai langkah ini menjawab keresahan publik terkait penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
"Ya menjawab keresahan publik, paling tidak menjawab dinamika yang terjadi di persepsi publik, karena bencana ini jadi menimbulkan persepsi publik," kata Trubus, Selasa (23/12/2025).
Trubus menuturkan, peran Teddy dalam menyampaikan progres penanganan bencana menjadi momen penting di tengah kritikan tajam. "Menurut saya, ada kesempatan luar biasa bagi pemerintah dalam menjelaskan penanganan bencana yang seolah-olah tidak optimal," catat Trubus. Ia mendorong pemerintah terus bergerak dalam melakukan penanganan bencana, mengingat luasnya daerah terdampak.
Sebelumnya, Teddy menegaskan pemerintah bersama masyarakat berjuang keras menangani banjir dan longsor sejak hari pertama bencana melanda Sumatra, mulai dari evakuasi korban hingga pemulihan pasca bencana. Hal itu disampaikan Teddy saat jumpa pers perkembangan penanganan bencana Sumatra di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Jumat (19/12/2025).
Teddy menjelaskan BNPB, TNI, Polri, hingga Basarnas juga turun langsung saat hari pertama bencana terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Selain itu, Presiden Prabowo Subianto juga langsung menghubungi kepala daerah yang wilayahnya terdampak bencana.
Teddy menyampaikan Presiden Prabowo juga meminta agar semua kekuatan yang dimiliki negara diterjunkan untuk membantu penanganan bencana. Hal itu, kata dia, dilakukan Prabowo sejak hari-hari pertama bencana melanda. "Jadi itu semuanya sejak hari pertama, saya pastikan sudah berjuang keras, secepat mungkin di sana dan sampai sekarang, totalnya mungkin lebih dari 80 helikopter, pesawat, TNI, Polri, Basarnas, polisi, gabungan swasta, dibantu Susi Air, dibantu rekan-rekan semuanya," ujar Teddy.


