Yahukimo, Gonesia.com – Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz melumpuhkan tiga anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dalam operasi penegakan hukum di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Jumat (17/7).
Tindakan tegas dan terukur ini diambil aparat setelah kelompok bersenjata tersebut melakukan perlawanan saat hendak disergap di kawasan KM 4 Logpon.
Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo menyatakan bahwa pihaknya terpaksa melakukan tindakan tersebut demi menjamin keselamatan masyarakat di wilayah sekitar.
“Dari operasi tersebut, 3 anggota KKB dinyatakan meninggal dunia. Berdasarkan hasil identifikasi, ketiganya adalah Roni Rubis, Kumis Passae, dan Orgenes Bayage, yang merupakan bagian dari KKB Kodap XVI Yahukimo Batalyon Yamue,” terang Kombes Yusuf (JawaPos) pada Sabtu (18/7).
Ia menjelaskan bahwa kelompok yang dipimpin oleh buronan Ronal Heluka tersebut selama ini beroperasi di bawah komando Kodam XVI Yahukimo Batalyon Yamue.
Operasi ini merupakan tindak lanjut dari analisis intelijen yang mendeteksi keberadaan kelompok tersebut di sebuah rumah persembunyian di kawasan Logpon.
“Setelah seluruh informasi diverifikasi dan dianalisis, tim gabungan melaksanakan operasi untuk mencegah terjadinya aksi kekerasan bersenjata yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat,” ujar dia.
Dalam catatan kepolisian, kelompok tersebut memiliki rekam jejak panjang dalam berbagai aksi kekerasan sejak tahun 2022.
Aksi kriminal mereka mencakup pembunuhan personel TNI, penembakan terhadap kendaraan patroli, hingga pembakaran fasilitas publik.
Kelompok ini juga diduga bertanggung jawab atas pembunuhan tujuh penambang di Kampung Kawe, Kabupaten Pegunungan Bintang, pada Mei 2026 lalu.
Selain melumpuhkan tiga anggota, petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti krusial dari lokasi kejadian.
Barang bukti tersebut meliputi tiga pucuk senjata api, 43 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, serta satu unit peredam senjata.
Aparat juga mengamankan dua kapak, dua senjata tajam berupa pisau panjang, satu unit HT, dan tujuh telepon genggam.
“Seluruh barang bukti tersebut akan menjadi bagian penting dalam proses penyidikan untuk mengungkap jaringan kelompok bersenjata ini secara menyeluruh,” lanjutnya.
Ketiga jenazah anggota KKB saat ini telah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Dekai untuk penanganan lebih lanjut.
Pihak kepolisian turut mengamankan empat orang berinisial OH, SM, MM, dan LM untuk dimintai keterangan mendalam terkait peran mereka dalam struktur kelompok tersebut.
Penyidik masih mendalami keterkaitan keempat orang tersebut dengan aksi-aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok pimpinan Ronal Heluka.
“Kami menegaskan bahwa penegakan hukum ini ditujukan kepada pelaku tindak pidana bersenjata yang mengancam keselamatan masyarakat dan petugas, bukan kepada masyarakat sipil. Seluruh tindakan dilaksanakan secara profesional, proporsional, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” imbuhnya.
Seluruh barang bukti yang disita kini telah disimpan di Satreskrim Polres Yahukimo untuk kepentingan pengembangan penyidikan lebih lanjut.


