IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp17.796 per Dolar AS Jelang Pengumuman RDG BI

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan tren pelemahan di pasar spot pada perdagangan Kamis (18/6/2026). Hingga pukul 11.45 WIB, mata uang Garuda tercatat melemah 0,19% ke level Rp 17.796 per dolar AS.

Tekanan terhadap mata uang domestik ini terjadi tepat menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI). Kondisi ini melanjutkan tren negatif yang terjadi pada penutupan perdagangan hari sebelumnya, Rabu (17/6), di mana rupiah sempat melemah sebesar 0,21% ke posisi Rp 17.762 per dolar AS.

Meski demikian, pergerakan mata uang dalam dua hari terakhir dinilai masih berada dalam fase yang relatif stabil. Analis Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, mencatat bahwa nilai tukar rupiah cenderung bertahan di kisaran Rp 17.700 per dolar AS, meskipun sempat mengalami koreksi tipis pada perdagangan kemarin.

Melihat kondisi makroekonomi terkini, Rully memprediksi Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuan atau BI rate di level 5,50%. Keputusan ini diproyeksi diambil setelah otoritas moneter melakukan akumulasi kenaikan sebesar 75 basis poin (bps) sejak Mei lalu.

Rully menambahkan bahwa fokus utama Bank Indonesia dalam jangka pendek kemungkinan besar masih tertuju pada upaya menjaga stabilitas nilai tukar. Keputusan mengenai kebijakan suku bunga di masa mendatang pun diyakini akan diambil dengan lebih hati-hati serta sangat bergantung pada data ekonomi yang masuk atau data-driven.

Pemerintah Lelang 308 Ribu Ton Beras Bulog untuk Bahan Baku Tepung

Senada dengan pandangan tersebut, analis mata uang Ibrahim Assuaibi juga memberikan proyeksi mengenai dinamika rupiah sepanjang hari ini. Ia melihat adanya potensi pergerakan yang fluktuatif pada mata uang nasional.

Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp 17.760 hingga Rp 17.800 per dolar AS hingga akhir sesi perdagangan. Menurutnya, sentimen pasar menjelang pengumuman kebijakan moneter BI menjadi faktor dominan yang memengaruhi psikologi pelaku pasar uang hari ini.

Pasar saat ini tengah menanti arah kebijakan moneter yang akan diambil BI di tengah tantangan ekonomi global yang menekan mata uang negara berkembang. Ketidakpastian mengenai kebijakan suku bunga AS dan dinamika ekonomi domestik menjadi variabel yang terus dipantau oleh para pelaku pasar.

Stabilitas nilai tukar rupiah menjadi instrumen krusial bagi Bank Indonesia untuk meredam dampak dari volatilitas global yang sempat memicu pelemahan mata uang di kawasan Asia. Langkah kehati-hatian yang diambil regulator diharapkan dapat memberikan kepastian bagi investor di pasar keuangan domestik.

Hingga penutupan sesi perdagangan nanti, para pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati setiap pernyataan resmi yang dirilis Bank Indonesia. Hasil RDG tersebut akan menjadi penentu sentimen pasar dalam jangka pendek ke depan.

Akuisisi Perusahaan Australia, Saham Bumi Resources Melejit 6,67%

Komentar

Berita Populer

01

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

02

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

03

Cara Mudah Beli Paket Data Semua Operator Lewat Aplikasi GoPay

04

UMK 2026: Daftar Lengkap Wilayah dengan UMK Tertinggi & Terendah

05

Proyeksi Kinerja ANTM Tetap Kuat di Tengah Bayang Risiko Regulasi

06

Purbaya Nilai Jakarta Tak Perlu Terbitkan Obligasi untuk Pembangunan Infrastruktur

07

DPRD Sumbar Desak Perbaikan Jalan Payakumbuh-Lintau Lanjut 2026

08

HUT ke-81 RI, Paspampres kerahkan 1.147 personel dan alusista amankan VVIP

Berita Terbaru