IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
News

Rudal Iran Hantam Tanker UEA di Selat Hormuz, Satu Kru Tewas

MUSCAT, Gonesia.com – Ketegangan geopolitik di kawasan Teluk memuncak setelah dua kapal tanker minyak milik Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan dihantam rudal jelajah Iran saat melintasi perairan vital Selat Hormuz.

Serangan mematikan tersebut menewaskan seorang awak kapal berkewarganegaraan India dan menyebabkan delapan pelaut lainnya mengalami luka serius.

Insiden ini segera memicu kekhawatiran global mengenai stabilitas jalur distribusi energi dunia yang selama ini menjadi urat nadi ekonomi internasional.

Kementerian Pertahanan UEA secara resmi mengonfirmasi bahwa kedua kapal berukuran jumbo, yakni Mombasa B dan Al Bahiyah, menjadi target serangan saat berada di perairan teritorial Oman.

Peristiwa ini berlangsung di tengah memanasnya konfrontasi militer antara Amerika Serikat dan Iran yang terus mengancam pasokan minyak global.

Ramalan Shio Rabu 15 Juli 2026: Cek Keberuntungan dan Waspada Anda

Anak perusahaan pelayaran Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC L&S) menyatakan bahwa kedua armada mereka mengalami kerusakan signifikan akibat hantaman rudal tersebut.

Api sempat berkobar hebat di atas kedua kapal sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh tim tanggap darurat di lokasi kejadian.

Merujuk pada laporan Modern Diplomacy, jumlah korban luka mencakup enam warga negara India dan dua warga negara Ukraina.

Ia menambahkan bahwa empat dari delapan korban luka saat ini masih berada dalam kondisi kritis akibat insiden tersebut.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memberikan pembelaan dengan menyatakan pihaknya melumpuhkan dua kapal tanker yang dianggap melakukan pelanggaran.

Truk Bawa Alat Berat Tersangkut JPO Tendean, Sopir Mengaku Fokus Maps

Mereka mengklaim kedua kapal mengabaikan sejumlah peringatan, mematikan sistem navigasi, dan tetap melintasi jalur yang disebut telah dipasangi ranjau.

Tanpa menyebut identitas kapal secara spesifik, IRGC juga melayangkan tuduhan bahwa Amerika Serikat sengaja mengarahkan kapal-kapal komersial melalui jalur yang dianggap ilegal.

Pihak Teheran memperingatkan bahwa kerja sama dengan Washington hanya akan memperpanjang gangguan pelayaran di Selat Hormuz.

Tindakan tersebut dinilai berpotensi memicu krisis energi global yang lebih luas di masa mendatang.

Situasi di perairan Oman semakin rumit dengan adanya laporan dari badan keamanan maritim Inggris, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO).

Rencana Trump Blokir Selat Hormuz dan Tarik Biaya Keamanan Kapal Kargo

UKMTO mencatat adanya insiden terpisah di mana sebuah kapal tanker terkena proyektil tak dikenal sekitar 40 mil laut di timur laut Qalhat.

Nakhoda kapal tersebut melaporkan kerusakan pada bagian ruang mesin, meskipun seluruh awak dipastikan selamat tanpa cedera.

Hingga saat ini, otoritas terkait masih melakukan investigasi mendalam untuk memastikan apakah insiden ketiga ini berkaitan langsung dengan serangan terhadap dua kapal milik UEA.

Kondisi keamanan di Selat Hormuz kini berada pada tingkat kewaspadaan tertinggi guna mengantisipasi eskalasi konflik lebih lanjut.

Dunia internasional kini menanti langkah diplomatik maupun militer yang akan diambil oleh pihak-pihak terkait guna meredam ketegangan di kawasan tersebut.

Komentar