Toli-Toli – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah merampungkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah. Proyek senilai Rp 21 miliar ini ditargetkan mampu meningkatkan produksi perikanan dan kesejahteraan nelayan setempat.
Pembangunan KNMP yang berlokasi di Desa Banagan, Kecamatan Dampal Utara, ini dikerjakan dalam waktu sekitar tiga bulan. KKP menargetkan pembangunan 64 titik KNMP lainnya dapat diselesaikan secara bertahap hingga awal tahun 2026.
Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan KNMP, Trian Yunanda, menyatakan bahwa penyelesaian KNMP Toli-Toli merupakan pencapaian penting di tengah tantangan cuaca ekstrem.
KNMP Toli-Toli berdiri di atas lahan seluas 7.000 meter persegi di pesisir pantai. Kawasan ini dilengkapi berbagai fasilitas pendukung kegiatan perikanan, termasuk tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, bangunan docking kapal, balai nelayan, kios perbekalan melaut, sentra kuliner, kios pemasaran hasil tangkapan, toilet, rumah ibadah, gapura, hingga jalan lingkungan.
Selain infrastruktur dasar, KKP juga menyediakan sarana rantai dingin untuk menjaga kualitas hasil tangkapan. Fasilitas tersebut meliputi gudang beku portabel, pabrik es portabel, mobil berpendingin, serta 50 unit kotak pendingin.
Untuk mendukung aktivitas penangkapan ikan, tersedia 10 unit kapal di atas 5 gross tonnage, 20 mesin kapal, dan 10 alat tangkap ikan.
Trian menambahkan bahwa selain Toli-Toli, terdapat empat lokasi KNMP lainnya di Sulawesi Tengah yang progres pembangunannya telah melampaui 95 persen. Sementara itu, rata-rata progres pembangunan kampung nelayan di lokasi lainnya telah mencapai sekitar 72 persen.
“Sebanyak 64 lokasi yang pembangunannya dimulai Oktober 2025 akan kami tuntaskan seluruhnya pada 31 Januari 2026,” katanya.
Desa Banagan memiliki potensi perikanan yang besar dengan komoditas utama tuna, cakalang, selar, dan kembung. Saat ini, produksi nelayan setempat tercatat sekitar 173 ton per tahun dengan nilai ekonomi Rp 2,59 miliar.
KKP memproyeksikan keberadaan KNMP dapat meningkatkan produksi menjadi sedikitnya 237 ton per tahun dengan nilai mencapai Rp 4 miliar. Pemerintah juga memperkirakan kampung nelayan tersebut akan mendorong terbentuknya ekosistem bisnis perikanan yang lebih terintegrasi.
Dukungan fasilitas seperti gudang beku, pabrik es portabel, serta armada berpendingin diyakini mampu menciptakan perputaran ekonomi hingga Rp 11 miliar per tahun.
Selain meningkatkan produktivitas, program KNMP ditargetkan mendongkrak pendapatan nelayan. Rata-rata penghasilan nelayan diproyeksikan naik dari Rp 3,8 juta menjadi Rp 5,2 juta per bulan.
“Program ini juga diperkirakan menyerap tenaga kerja hingga 163 orang di wilayah pesisir Toli-Toli,” kata Trian.

