"Dalam rangka pelaksanaan hemat energi, Wali Kota Payakumbuh sudah mengeluarkan edaran sesuai arahan pemerintah pusat. Setiap hari Rabu, kita diimbau berangkat ke kantor menggunakan kendaraan roda dua, dan kalau memungkinkan menggunakan sepeda. Minimal satu hari dalam seminggu, seperti Jumat, kita dorong untuk bersepeda," kata Rida Ananda.
Ia menyatakan kebijakan tersebut perlu dijalankan konsisten sebagai komitmen menekan konsumsi energi di lingkungan pemerintahan. Selain itu, Rida mengingatkan agar pelaksanaan work from home (WFH) tetap dijalankan optimal dan produktif.
"WFH bukan berarti libur bekerja. Kami minta yang melaksanakan WFH tetap produktif dan menjalankan tugas secara maksimal dari rumah," ujarnya.
Menurutnya, upaya penghematan energi menjadi krusial menyusul kenaikan harga BBM non-subsidi. Ia mengajak seluruh ASN menyesuaikan pola penggunaan energi agar lebih efisien.
Pada kesempatan tersebut, Rida memberikan apresiasi kepada sejumlah ASN yang telah menerapkan pola hidup hemat energi dan peduli lingkungan. Ia menyebut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Payakumbuh, Kurniawan Syah Putra, sebagai contoh karena telah memulai bersepeda ke kantor.
Apresiasi juga diberikan kepada Kepala Bagian Umum Setdako Payakumbuh, Ulfakhri, serta Refnisia, Analis Keuangan Pusat dan Daerah Madya pada Badan Keuangan Daerah, yang telah mengolah sampah rumah tangga menjadi kompos.
"Ini contoh yang patut ditiru. Hal-hal sederhana seperti bersepeda ke kantor dan mengolah sampah dari rumah tangga memiliki dampak besar jika dilakukan bersama-sama," ujarnya.
Selain itu, Rida menyoroti persoalan kebersihan dan pengelolaan sampah di Kota Payakumbuh. Ia menyampaikan pemerintah kini tidak lagi mengizinkan penggunaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) secara konvensional.
"Sekarang kita hanya mengandalkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Karena itu, kami minta sebelum membuang sampah agar dipilah terlebih dahulu, sehingga yang dibuang benar-benar sampah yang tidak bisa diolah kembali," katanya.
Ia mengajak seluruh ASN dan masyarakat memaksimalkan pengolahan sampah rumah tangga, termasuk mengolah sampah organik menjadi kompos.
"Mari kita mulai dari rumah tangga, minimal mengolah sampah menjadi kompos. Ini bagian dari upaya kita bersama menjaga lingkungan sekaligus mendukung penghematan energi," pungkasnya.

