Jakarta, Gonesia.com – PSSI secara resmi menetapkan Pulau Dewata sebagai lokasi pemusatan latihan (TC) Timnas Indonesia dalam rangka mematangkan persiapan menghadapi turnamen Piala AFF 2026.
Keputusan ini diambil setelah federasi melakukan evaluasi mendalam terhadap kebutuhan teknis skuad Garuda selama masa persiapan.
Bali dinilai memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan wilayah lain di Indonesia terkait ketersediaan infrastruktur olahraga.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menyatakan bahwa pemilihan lokasi ini berfokus pada efektivitas program latihan jangka panjang.
Fasilitas yang terintegrasi menjadi pertimbangan utama agar performa pemain tetap terjaga secara konsisten.
“Di Bali kebetulan fasilitasnya cukup lengkap. Cuacanya juga sangat mendukung. Jadi saya kira pemilihan TC di Bali cukup tepat. Tujuan kami supaya anak-anak lebih fokus. Intinya memang berkaitan dengan fasilitas,” ujarnya dikutip dari laman resmi BTN, Jumat (3/7/2026).
Selain faktor cuaca yang ideal, Bali dianggap mampu menyediakan lingkungan yang kondusif bagi pemain untuk menjalani program latihan intensif.
Pemusatan latihan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga pekan, terhitung mulai tanggal 5 hingga 25 Juli 2026.
PSSI memastikan bahwa program ini melibatkan proses seleksi ketat terhadap para pemain yang dipanggil.
Dari total 46 nama yang masuk dalam daftar pantauan, hanya 26 pemain terbaik yang akhirnya terpilih untuk mengikuti pemusatan latihan tersebut.
Langkah ini diambil demi memastikan komposisi skuad Garuda benar-benar siap secara fisik maupun taktik.
Piala AFF 2026 sendiri dijadwalkan bergulir mulai 24 Juli hingga 26 Agustus mendatang.
Timnas Indonesia saat ini menempati Grup A bersama dengan Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste.
Jadwal pertandingan fase grup telah menetapkan Stadion Pakansari sebagai lokasi laga kandang Indonesia.
Skuad Garuda akan berhadapan dengan Kamboja pada 27 Juli, dan meladeni tantangan Vietnam pada 23 Agustus.
PSSI juga telah menyiapkan skenario penggunaan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sebagai markas utama tim.
Stadion tersebut akan digunakan apabila Timnas Indonesia berhasil menembus babak semifinal dan final.
Persiapan matang di Bali diharapkan mampu memuluskan langkah skuad asuhan John Herdman dalam meraih gelar juara.
Fasilitas pendukung seperti pusat kebugaran dan lapangan latihan berkualitas menjadi modal krusial bagi pemain dalam mengarungi ketatnya kompetisi regional.
Diharapkan, durasi latihan selama 21 hari di Bali dapat menyatukan visi permainan antar lini.
Seluruh jajaran pelatih kini fokus pada peningkatan kondisi stamina dan pematangan skema permainan tim.
Konsentrasi penuh dari para pemain menjadi kunci utama untuk menghadapi lawan-lawan tangguh di babak penyisihan grup.
Federasi optimistis bahwa pemilihan lokasi yang tepat akan berdampak positif pada hasil akhir di lapangan nanti.

