Jakarta, Gonesia.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan mengalami tekanan jual pada perdagangan hari Kamis (2/7), menyusul performa positif yang dicatatkan pada sesi sebelumnya.
Pasar sempat menguat 0,92 persen dan ditutup di level 5.695 pada perdagangan Rabu (1/7).
Analis teknikal MNC Sekuritas dalam laporannya menyebutkan bahwa indeks saat ini masih berada dalam fase rawan koreksi.
Skenario teknikal menunjukkan IHSG tengah membentuk bagian dari wave (b) dari wave [iv].
Posisi ini menempatkan indeks pada potensi pengujian level support di rentang 5.472 hingga 5.540.
Meski demikian, pelaku pasar tetap diminta memperhatikan skenario alternatif yang lebih optimistis.
“Cermati skenario merah dimana IHSG saat ini sedang membentuk bagian awal dari wave [v] dari wave 3,” tulis laporan MNC Sekuritas.
Secara teknikal, batas bawah atau support IHSG kini dipetakan berada pada level 5.486 dan 5.317.
Sementara itu, level batas atas atau resistance berada di angka 6.007 hingga 6.286.
Menghadapi volatilitas tersebut, investor disarankan untuk menerapkan strategi buy on weakness pada sejumlah saham pilihan.
Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi salah satu emiten yang mendapat perhatian khusus.
MNC Sekuritas memperkirakan ANTM akan menguat 0,77 persen ke level 2.610 dengan dukungan volume pembelian yang solid.
Posisi teknikal ANTM saat ini dinilai sedang berada pada bagian dari wave C dari wave (Y).
Investor disarankan melakukan akumulasi pembelian di rentang harga 2.290 hingga 2.430.
Target harga untuk saham ini berada pada kisaran 2.920 hingga 3.310, dengan titik stoploss di bawah 2.240.
Selain itu, saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) juga menunjukkan potensi penguatan sebesar 1,79 persen ke level 114.
Pergerakan BIPI saat ini dinilai tengah membentuk bagian dari wave 5 dari wave (C).
Rekomendasi buy on weakness diberikan untuk rentang harga 93 hingga 112.
Target harga BIPI ditetapkan pada level 151 hingga 118, dengan catatan stoploss di bawah 83.
Emiten berikutnya adalah PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang diproyeksikan menguat signifikan sebesar 7,39 persen ke level 1.380.
Secara struktur, MNC Sekuritas memprediksi BRPT sedang membentuk bagian dari wave [c] dari wave 5 dari wave (A).
Investor disarankan membeli di area 980 hingga 1.170, dengan target harga 1.580 hingga 1.950 serta stoploss di bawah 865.
Terakhir, saham PT Pertamina Gas Negara (PGAS) diperkirakan bergerak mendatar atau flat di level 1.365.
PGAS saat ini sedang berada pada posisi wave [v] dari wave C dari wave (A).
Strategi yang disarankan adalah buy on weakness di rentang 1.300 hingga 1.335.
Target harga untuk saham PGAS dipatok pada 1.460 hingga 1.635, dengan stoploss di bawah 1.275.

