Lombok Barat, Gonesia.com – Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi tegas kepada pengelola Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) agar tidak melakukan kecurangan dalam penyajian menu untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Instruksi ini disampaikan saat Presiden meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, pada Jumat (10/7).
Ia menekankan agar kualitas porsi makanan bagi anak-anak penerima manfaat harus dijaga sesuai standar yang ditetapkan.
Presiden menyoroti praktik pemotongan daging ayam yang dinilai terlalu kecil oleh oknum pengelola di lapangan.
“Negara kaya Amerika satu ayam dipotong empat. Satu orang makan seperempat ayam. Kalau kita (Indonesia) satu ayam dipotong 8 atau 10 paling kecil. Jangan pula dipotong 18 atau 20,” ucap Prabowo.
Ia secara spesifik meminta Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang, untuk memastikan penyajian menu dilakukan secara sederhana namun tetap terukur.
Langkah ini diambil guna menjamin bahwa nilai nutrisi yang dikonsumsi oleh anak-anak tetap terjaga dengan baik.
“Ibu Nanik, jangan bikin telur dadar. (Buat) telur rebus atau ceplok. Kalau dadar biasanya itu dicampur macam-macam. Bisa empat orang makan satu (telur) ayam,” kata dia.
Presiden menegaskan bahwa pengawasan ketat terhadap dapur MBG merupakan prioritas utama pemerintah saat ini.
Ia bahkan membuka pintu bagi kepala daerah mulai dari gubernur hingga kepala desa untuk melapor langsung jika ditemukan ketidaksesuaian di lapangan.
Menurutnya, program ini merupakan investasi krusial dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
Asupan gizi yang optimal sejak usia dini dianggap sebagai penentu utama perkembangan otak, tulang, dan otot anak.
“Dia berkembang sehat. Dia bisa jadi petani yang sehat, dia bisa jadi pekerja yang baik, dia bisa jadi ilmuwan, dia bisa jadi dokter. Kalau dari kecil makannya tidak bagus, dia nanti tidak maksimal,” tuturnya.
Pemerintah menyadari bahwa tantangan distribusi masih menjadi kendala di beberapa wilayah pelosok tanah air.
Ia mengakui bahwa saat ini masih terdapat sejumlah daerah yang belum tersentuh manfaat dari program MBG tersebut.
Namun, ia meminta masyarakat untuk tetap bersabar karena pemerintah berkomitmen memperluas jangkauan secara bertahap.
“Negara kita besar sekali, pasti ada desa-desa yang belum terima. Saya paham itu,” tambah ia.
Pemerintah akan terus melakukan evaluasi berkala untuk memastikan program ini berjalan tepat sasaran di seluruh pelosok Indonesia.
Setiap temuan mengenai kualitas menu akan segera ditindaklanjuti untuk menjaga integritas program nasional tersebut.
Pihaknya berjanji akan mengawal distribusi gizi agar benar-benar sampai ke tangan anak-anak dengan kualitas yang layak.
Keberhasilan program ini diharapkan mampu mencetak generasi yang lebih produktif dan kompetitif di masa depan.


