Malang, Gonesia.com – Dunia sepak bola Indonesia berduka menyusul kabar wafatnya tokoh ikonik Bonek, Andie Kristiantono, yang akrab disapa Andi Peci.
Kepergian sosok yang dikenal memiliki dedikasi tinggi terhadap Persebaya Surabaya tersebut memicu gelombang simpati yang melintasi batas rivalitas klub.
Manajemen Arema FC secara resmi menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya pria yang menjadi simbol perjuangan suporter tersebut.
Pernyataan ini menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan dan persaudaraan tetap menempati posisi paling utama di atas persaingan panjang di lapangan hijau.
Head of Public Relations & Marketing Communication Arema FC, Munif Wakid, menekankan pentingnya memaknai sepak bola melebihi sekadar hasil akhir pertandingan.
Ia menyatakan bahwa olahraga ini seharusnya menjadi medium universal untuk menanamkan rasa saling menghormati tanpa memandang perbedaan identitas kelompok.
“Atas nama keluarga besar Arema FC, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Mas Andi Peci. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa dan khilafnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan,” ujar Munif.
Menurutnya, sosok Andi Peci merupakan figur suporter yang telah memberikan warna nyata dalam perjalanan panjang sepak bola nasional.
Dedikasi almarhum terhadap Persebaya Surabaya dinilai memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan ekosistem sepak bola di tanah air.
Oleh karena itu, wafatnya almarhum dianggap sebagai kehilangan besar bagi seluruh elemen pencinta sepak bola di Indonesia.
Ia berharap momen duka ini dapat menjadi refleksi penting bagi semua pihak mengenai esensi rivalitas yang sehat.
Dirinya menegaskan bahwa persaingan antarklub seharusnya hanya berlangsung selama durasi pertandingan di atas rumput hijau saja.
Nilai kemanusiaan, di sisi lain, harus tetap dijaga dan diutamakan dalam interaksi kehidupan bermasyarakat sehari-hari.
“Rivalitas adalah bagian dari sepak bola, tetapi nilai kemanusiaan dan persaudaraan harus selalu berada di atas segalanya. Semoga kepergian Mas Andi Peci menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga rasa saling menghormati dan memperkuat persaudaraan antarsuporter demi kemajuan sepak bola Indonesia,” tegas Munif.
Manajemen Singo Edan juga mengajak seluruh pihak untuk terus merawat semangat solidaritas pasca-kepergian tokoh tersebut.
Harapannya, seluruh elemen mulai dari klub, pemain, hingga komunitas suporter dapat bersatu dalam visi yang lebih besar.
Sepak bola diharapkan mampu bertransformasi menjadi ruang yang mempersatukan alih-alih memecah belah komunitas.
Empati yang ditunjukkan oleh Arema FC ini mencerminkan bahwa persaudaraan lintas klub masih memiliki tempat yang kuat dalam budaya sepak bola Indonesia.
Langkah ini diharapkan mampu meredam ketegangan di antara suporter yang selama ini sering terbelah oleh sejarah rivalitas masa lalu.
Dengan menempatkan rasa hormat di atas segalanya, ekosistem sepak bola nasional diyakini akan menjadi lebih dewasa dan kondusif bagi semua orang.


