"Besok, rencana kegiatan operasi penangkapan ikan sapu-sapu serentak se-DKI Jakarta, untuk wilayah Jakarta Selatan pelaksanaan di saluran Phb Setu Babakan," ujar Kepala Seksi Perikanan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Jakarta Selatan Arief Prakoso, Kamis (16/4/2026).
Operasi dimulai pukul 07.30 WIB, diawali apel, penangkapan, hingga pemusnahan hasil tangkapan. "Kegiatan yang melibatkan beragam unsur tersebut diharapkan berjalan dengan baik dan lancar," ucap Arief.
Pihak yang terlibat meliputi Sudin KPKP Jaksel, Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan DKI Jakarta, Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan, Unit Pelaksana Kebersihan Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, petugas PPSU Kelurahan Srengseng Sawah, dan Unit Pengelola Kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan pembersihan serentak karena ikan sapu-sapu merusak tanggul dan memangsa ikan lokal beserta telurnya. Kegiatan ini sekaligus mencakup pengerukan lumpur sebagai persiapan menghadapi musim hujan pada September 2026.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memerintahkan pemberantasan ikan sapu-sapu secara berkala. "Berkaitan dengan ikan sapu-sapu. Besok pada hari Jumat pagi secara serentak seluruh lima kota yang ada di Jakarta akan mengadakan acara untuk pembersihan ikan sapu-sapu," kata Pramono, Rabu (15/4/2026).
Pramono menjelaskan, ikan tersebut berbahaya jika dikonsumsi karena mengandung zat berbahaya melebihi ambang batas. "Kenapa ikan ini harus dibersihkan, dikurangi? Karena memang sudah merusak. Dan dari hasil lab, hampir semua ikan yang dites di laboratorium kadar batasnya itu kan 0,3 miligram, dia (ikan sapu-sapu) lebih dari itu sehingga akan sangat berbahaya kalau dikonsumsi," ucap Pramono.
Selain mengandung timbal, ikan sapu-sapu merusak struktur lingkungan dengan melubangi tanggul dan tebing sungai. "Ikan ini ternyata ketika dia membuat rumah, tanggul-tanggul, tebing-tebing itulah yang kemudian digunakan untuk dia bersembunyi. Dan hampir ketika ada ikan ini, semua dinding dan juga ikan-ikan lokal kita itu dimakan, termasuk sampai dengan telur-telurnya," kata dia.
Ikan sapu-sapu merupakan spesies tangguh asal Amerika Selatan yang mampu bertahan di perairan tercemar. "Kalau toh masih bertahan hidup, sebagian digunakan untuk menjadi makanan untuk ternak setelah diproses dan sebagainya," ucap Pramono. Pemprov DKI Jakarta akan terus melakukan pembersihan dan perbaikan saluran air untuk memulihkan ekosistem. "Kami sudah memutuskan dalam rapat tadi di lima daerah kita akan adakan kegiatan untuk mengurangi atau menghilangkan lah ikan sapu-sapu," tandas Pramono.

