Padang – Pemerintah Kota Padang mempercepat program penambalan jalan berlubang untuk mengatasi ancaman keselamatan pengendara.
Langkah ini merupakan respons cepat terhadap kerusakan infrastruktur pasca-banjir yang melanda akhir November lalu.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Padang telah mengerahkan tim untuk melakukan perbaikan di titik-titik paling parah.
Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Tri Hadiyanto, menyatakan prioritas utama adalah keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
“Kita sedang melakukan ‘patching’ di jalan yang berlubang,” ujar Tri Hadiyanto, menekankan urgensi perbaikan.
Program penambalan jalan telah berjalan intensif beberapa hari terakhir, menyasar lokasi terdampak banjir.
Beberapa titik krusial yang telah diperbaiki antara lain Jalan Seberang Padang (dekat Kuburan Turki), Jalan Khatib Sulaiman, Jalan Raden Saleh, Simpang Haru, Jalan Bagindo Aziz Chan, Jalan Hasanuddin, Jalan Proklamasi, dan Jalan Dr. Wahidin.
Lubang-lubang di jalan dinilai berpotensi tinggi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Perbaikan ini diharapkan dapat meminimalkan risiko kecelakaan dan meningkatkan kelancaran arus kendaraan.
Tri Hadiyanto menambahkan, upaya perbaikan akan terus dilakukan hingga akhir tahun.
DPUPR Kota Padang menargetkan kelanjutan program penambalan jalan pada tahun 2026.
Tujuannya adalah menciptakan lingkungan berkendara yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh warga.
Program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemko Padang meningkatkan kualitas infrastruktur.
Jalan yang mulus dan aman dianggap penting untuk mendukung aktivitas ekonomi dan sosial warga.
Selain penambalan, DPUPR juga terus memantau kondisi jalan secara berkala.
Pemantauan ini bertujuan mengidentifikasi kerusakan sedini mungkin.
Padang – Pemerintah Kota Padang mempercepat penambalan jalan berlubang sebagai respons terhadap kerusakan infrastruktur pasca-banjir akhir November.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Padang telah mengerahkan tim untuk melakukan perbaikan di titik-titik strategis yang paling parah terdampak.
Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Tri Hadiyanto, menyatakan prioritas utama adalah keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
“Kita sedang melakukan ‘patching’ di jalan yang berlubang,” ujar Tri Hadiyanto, menekankan urgensi perbaikan.
Program penambalan jalan telah berjalan intensif beberapa hari terakhir, menyasar lokasi seperti Jalan Seberang Padang, Jalan Khatib Sulaiman, Jalan Raden Saleh, Simpang Haru, Jalan Bagindo Aziz Chan, Jalan Hasanuddin, Jalan Proklamasi, dan Jalan Dr. Wahidin.
Lubang-lubang di jalan dinilai berpotensi tinggi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Penambalan ini diharapkan dapat meminimalkan risiko kecelakaan dan meningkatkan kelancaran arus kendaraan.
Tri Hadiyanto menambahkan bahwa upaya perbaikan akan terus dilakukan hingga akhir tahun.
DPUPR Kota Padang menargetkan kelanjutan program penambalan jalan pada tahun 2026 untuk memastikan seluruh jalan bebas dari lubang berbahaya.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemko Padang meningkatkan kualitas infrastruktur dan pelayanan publik.
Jalan yang aman dan nyaman dianggap krusial untuk mendukung aktivitas ekonomi dan sosial warga.
Selain penambalan, DPUPR juga terus memantau kondisi jalan secara berkala untuk identifikasi dini kerusakan.
Program penambalan jalan yang komprehensif ini diharapkan menciptakan lingkungan berkendara yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh warga Kota Padang.
Pemko Padang berkomitmen meningkatkan kualitas infrastruktur jalan demi kesejahteraan masyarakat dan menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih baik.


