JAKARTA, Gonesia.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi memiliki peluang besar untuk melakukan pembalikan arah atau rebound pada perdagangan Kamis, 3 September 2026, setelah mengalami tekanan jual pada penutupan sesi sebelumnya.
Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa IHSG masih memiliki potensi untuk melanjutkan penguatan guna menguji level 6.635 hingga 6.666.
Ia menambahkan bahwa pergerakan indeks hari ini juga akan menjadi momen untuk menguji kembali area gap yang sempat terbentuk beberapa waktu lalu.
Pada perdagangan Rabu (2/9/2026), IHSG tercatat terkoreksi tipis sebesar 0,06% dan ditutup pada level 6.595.
Pelemahan indeks pada hari kemarin memang diwarnai oleh munculnya tekanan jual yang cukup terasa di pasar modal domestik.
Mengenai teknikal pergerakan pasar, dia memperkirakan posisi IHSG saat ini berada pada bagian dari wave v dari wave (c).
Dalam risetnya, ia menetapkan batasan teknikal yang perlu dicermati oleh para pelaku pasar sepanjang hari ini.
“Support IHSG berada di posisi 6.476 dan 6.373, sementara resistance 6.635 dan 6.705,” ujar Herditya.
Sejalan dengan proyeksi tersebut, terdapat empat emiten yang mendapatkan sorotan khusus untuk dicermati oleh investor.
Saham pertama adalah PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) yang pada perdagangan terakhir terkoreksi 1,92% ke level Rp 1.275 disertai peningkatan volume penjualan.
Dia memperkirakan posisi ARCI saat ini sedang berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [c].
Investor disarankan melakukan buy on weakness pada rentang harga Rp 1.195 hingga Rp 1.250.
Target harga untuk emiten ini dipatok pada level Rp 1.340 dan Rp 1.430, dengan catatan stop loss di bawah Rp 1.170.
Saham kedua yang menjadi perhatian adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang sempat menguat 0,30% ke posisi Rp 3.390.
Meskipun menguat, pergerakan saham bank pelat merah ini masih dibayangi tekanan jual dan belum mampu menembus moving average (MA) 200.
Dia memprediksi posisi BBRI sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c].
Rekomendasi untuk BBRI adalah trading buy di kisaran harga Rp 3.250 hingga Rp 3.340.
Target harga untuk saham ini berada di level Rp 3.420 dan Rp 3.470, dengan stop loss di bawah Rp 3.230.
Saham ketiga yakni PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang terkoreksi 1,37% ke level Rp 720 akibat dominasi tekanan jual.
Meski demikian, ia mencatat bahwa volume perdagangan untuk saham ini mulai mengecil.
Posisi BRMS saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave 4 dari wave (C) pada label hitam.
Investor disarankan melakukan buy on weakness di rentang Rp 660 hingga Rp 690 dengan target harga Rp 790 dan Rp 830, serta stop loss di bawah Rp 650.
Terakhir, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang terkoreksi 0,55% ke level Rp 1.820.
Pergerakan saham ini masih berada di bawah MA20 dan disertai dengan tekanan jual yang cukup signifikan.
Dia menjelaskan bahwa BRPT saat ini berada pada bagian dari wave (c) dari wave [ii].
Kondisi tersebut membuat saham ini dinilai rawan melanjutkan koreksi menuju level Rp 1.535 hingga Rp 1.620.
Oleh karena itu, rekomendasi yang diberikan untuk BRPT adalah sell on strength pada rentang harga Rp 1.825 hingga Rp 1.840.


