Jakarta –, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menegaskan pemerintah akan tetap melanjutkan program makan bergizi gratis (MBG) meskipun maraknya kasus keracunan yang memicu desakan penghentian program tersebut. Ia menyatakan pemerintah akan segera melakukan evaluasi besar-besaran dan memperketat standar higiene demi menjamin keamanan pangan.
Muhaimin menyampaikan, program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan untuk pemerataan gizi anak bangsa. Ia menyebut, insiden keracunan adalah “rintangan yang harus kita hadapi dalam proses awal menjalankan program besar.”
Pernyataan ini disampaikan Muhaimin melalui keterangan tertulis pada Ahad, 28 September 2025.
Meskipun demikian, Muhaimin memastikan pemerintah tidak akan tutup mata terhadap berbagai peristiwa yang sudah terjadi. Pemerintah akan secara serius mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi dan memperbaiki pelaksanaan MBG, serta terus mendengar dan menindaklanjuti seluruh masukan masyarakat.
Situasi ini menjadi krusial setelah Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) mencatat 5.626 kasus keracunan akibat MBG di 16 provinsi sejak 17 Januari hingga 18 September 2025. Sementara itu, Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) melaporkan lonjakan korban drastis dari 1.376 kasus pada akhir Juni menjadi 6.452 kasus pada pekan lalu.
Melihat data tersebut, pemerintah akan mengevaluasi mata rantai pelaksanaan MBG secara menyeluruh. Evaluasi mencakup penyediaan bahan baku, proses pengolahan, hingga memastikan distribusi oleh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) sesuai prosedur.
Pemerintah juga mewajibkan setiap dapur MBG memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sertifikasi halal, dan bukti penggunaan air layak pakai. Muhaimin menegaskan bahwa standar ini bukan pilihan, melainkan kewajiban yang harus ditegakkan.
Namun, data Kantor Staf Presiden menunjukkan baru 34 dari sekitar 8.500 dapur MBG yang memiliki sertifikat kelayakan.
Terlepas dari banyaknya kekurangan, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu optimistis program ini akan berdampak positif terhadap percepatan pemberdayaan masyarakat. Pemerintah berencana melibatkan petani, pengusaha mikro, kecil, dan menengah, serta pengusaha lokal untuk memasok kebutuhan MBG.
Oleh karena itu, Muhaimin mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung keberlanjutan program MBG dan turut serta mengawasi pelaksanaannya.
“MBG ini merupakan gerakan gotong-royong pemberdayaan masa depan anak-anak Indonesia yang harus terus dikawal serius pelaksanaannya,” tutup Muhaimin.


