IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Showbiz

Neo Theatre Hidupkan Kembali Lakon Kapai-kapai Arifin C. Noer di Panggung.

Bandung – Lakon legendaris *Kapai-kapai* karya dramawan terkemuka Arifin C. Noer kembali menyapa panggung. Kelompok Neo Theatre mementaskan drama klasik ini dengan sentuhan segar di Auditorium IFI (Institut Français Indonésie) Bandung pada Rabu dan Kamis, 12-13 November 2025. Disutradarai oleh Fathul A. Husein, pementasan ini berupaya mendekonstruksi dan mentransformasi teks asli, memberikan pengalaman teater yang unik.

Pertunjukan berdurasi sekitar 65 menit ini mengolah teks asli menjadi paduan gerak, imajinasi surealisme, musikalitas minimalis, serta tembang-tembang tradisional. Dari keseluruhan naskah lakon aslinya, hanya sekitar sepertiga bagian yang diadaptasi untuk pementasan. Fathul menjelaskan, alur cerita juga diubah menjadi sirkuler dari plot asli yang linier, merepresentasikan peristiwa yang terus berputar atau berulang.

Drama *Kapai-kapai*, yang ditulis Arifin C. Noer pada tahun 1970, mengisahkan perjuangan hidup seorang tokoh bernama Abu. Ia digambarkan sebagai individu yang terpinggirkan, hidup dalam kemiskinan materiil dan moral.

Kisah Abu berpusat pada pencariannya terhadap Cermin Tipu Daya, sebuah benda ajaib yang selalu diceritakan ibunya, Emak. Dongeng itu mengisahkan seorang pangeran dan putri yang hidup bahagia dan terhindar dari bahaya berkat cermin tersebut. Cerita tersebut sangat memengaruhi Abu, membuatnya percaya bahwa kebahagiaan sejati hanya dapat diraih jika ia menemukan cermin itu, yang konon berada di ujung dunia. Mimpi itu hidup bersama kesehariannya sebagai buruh, hingga Abu mengajak istrinya, Iyem, untuk berpetualang mencari cermin tersebut. Konon, setelah melakoni perjalanan spiritual yang panjang dan berat, Abu mendapatkan cermin itu di ujung dunia, alias menjelang ajalnya.

Pementasan ini juga menampilkan keterlibatan istimewa Rektor Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Retno Dwimarwati. Di atas panggung, ia memerankan tokoh Emak, ibu dari Abu. Kiprahnya di dunia teater bukanlah hal baru; Retno telah beberapa kali tampil sejak lama. Ia merupakan lulusan program D3 jurusan teater ISBI Bandung pada tahun 1989, saat institusi tersebut masih bernama Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI).

WinWin Resmi Keluar dari SM Entertainment, NCT, dan WayV

Setelah pertunjukan hari terakhir, sebuah diskusi akan diadakan. Tiga pembicara dijadwalkan hadir: guru besar filsafat Universitas Parahyangan Bambang Sugiharto, guru besar Seni Rupa ITB Yasraf Amir Piliang, serta sutradara pementasan, Fathul A. Husein.

Komentar