Jakarta – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mendesak pemerintah daerah yang memiliki sisa anggaran besar untuk membantu daerah-daerah di Sumatera yang terdampak bencana. Bantuan ini diharapkan mempercepat pemulihan pascabencana.
"Saya sangat berharap teman-teman yang memiliki anggaran yang masih simpan-simpan cukup banyak, bantu, bantu saudara-saudara kita melalui kepala daerahnya, ditransfer dananya ke sana, dan gunakan untuk kepentingan kebencanaan," kata Muhammad Tito Karnavian dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (24/12/2025).
Pesan tersebut disampaikan saat Rapat Evaluasi Realisasi APBD 2025 bersama seluruh kepala daerah yang digelar secara virtual dari Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri.
Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan bahwa beberapa daerah terdampak bencana, seperti Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Utara, memiliki sisa anggaran yang minim sehingga membutuhkan dukungan dari daerah lain. Ia memastikan pemerintah pusat telah menyalurkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) ke provinsi maupun kabupaten/kota terdampak.
Namun demikian, Muhammad Tito Karnavian menilai daerah yang memiliki kapasitas fiskal kuat juga perlu turut membantu.
"Bencana bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Di saat seperti ini kita harus menimbulkan solidaritas di antara kita-kita, pemerintah daerah. Terutama yang keuangannya tinggi," jelasnya.
Banjir bandang dan longsor akibat dampak Siklon Tropis Senyar membuat Aceh, khususnya Aceh Tamiang, porak-poranda hingga disebut mirip "tsunami kedua", dengan wilayah yang digambarkan sebagai kota mati. Bencana ini terjadi sejak akhir November 2025 menewaskan 249 orang, 227 hilang.
Muhammad Tito Karnavian menegaskan Kemendagri telah menerbitkan Surat Edaran yang membolehkan Pemda memberikan bantuan ke daerah terdampak bencana.
Lebih lanjut, Muhammad Tito Karnavian memaparkan kondisi pemulihan pascabencana di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang secara keseluruhan mencakup 52 kabupaten/kota. Ia menyebut telah melihat langsung kondisi di lapangan, salah satunya di Kabupaten Aceh Tamiang yang aktivitas ekonominya belum kembali optimal.
"Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Gayo Lues, Aceh Tengah, kemudian Bener Meriah. Itu daerah-daerah superprioritas (untuk dibantu)," ujarnya.
Di Sumatera Utara, sejumlah daerah yang masih membutuhkan dukungan antara lain Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Utara, dan Kabupaten Mandailing Natal. Sementara di Sumatera Barat, daerah yang perlu mendapat perhatian meliputi Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Tanah Datar.


