IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

Daftar Saham Dividen Jumbo ADRO, ANTM, dan BBCA Beserta Rekomendasi Analis

Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di layar monitor saat reli pasar saham
IHSG mencatatkan reli impresif dengan kenaikan 8,58% sepanjang Juli 2026.

Jakarta, Gonesia.com – Momentum reli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang Juli 2026 menjadi peluang emas bagi para investor untuk mengoptimalkan portofolio melalui strategi perburuan dividen jumbo sekaligus potensi capital gain.

Data menunjukkan IHSG telah mencatatkan reli impresif selama 14 hari perdagangan berturut-turut hingga 21 Juli 2026.

Secara kumulatif, indeks acuan domestik ini berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 8,58% sepanjang bulan berjalan.

Pemulihan sentimen pasar ini memberikan angin segar setelah indeks sempat mengalami tekanan pada paruh pertama tahun 2026.

Deretan emiten dari sektor perbankan, telekomunikasi, pertambangan, hingga barang konsumsi kembali menjadi primadona bagi pelaku pasar.

Respons Purbaya Yudhi Sadewa Soal Rumor Calon Gubernur Bank Indonesia

Para emiten tersebut tercatat membagikan dividen dalam jumlah besar yang berasal dari laba bersih tahun buku 2025.

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menempati urutan pertama sebagai emiten dengan nilai pembagian dividen terbesar.

Perseroan tersebut menggelontorkan dana mencapai Rp44,47 triliun dengan besaran dividen Rp376,96 per lembar saham.

Angka tersebut mencerminkan dividend payout ratio yang mencapai 79% dari total laba bersih yang dibukukan.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyusul di posisi kedua dengan total nilai dividen sebesar Rp41,3 triliun.

GOTO Batalkan Program Saham Karyawan dan Tempuh Pengurangan Modal

Pemegang saham BBCA menerima dividen sebesar Rp336 per lembar saham dengan tingkat payout ratio mencapai 72%.

Sementara itu, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mencatatkan kebijakan dividen yang cukup unik dengan alokasi mencapai Rp21,99 triliun.

Besaran dividen yang dibagikan mencapai Rp223,17 per saham, dengan rasio pembayaran mencapai 123,5%.

Tingginya rasio tersebut terjadi karena perusahaan memanfaatkan saldo laba ditahan untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

Di sektor komoditas, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menyalurkan dividen senilai Rp8,05 triliun dengan payout ratio hampir mencapai 100%.

Harga Emas Melemah Ditekan Dolar AS Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengingatkan investor agar tidak terjebak pada besaran dividend yield semata.

Ia menyatakan bahwa investor sebaiknya memilih emiten yang tidak hanya menawarkan yield menarik, tetapi juga memiliki prospek apresiasi harga saham yang berkelanjutan.

Nafan merekomendasikan enam saham unggulan yakni BBRI, BMRI, BBCA, AKRA, TLKM, dan KLBF untuk dicermati investor.

Menurut dia, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tetap menjadi pilihan utama karena fundamental perusahaan yang dinilai sangat solid.

Ia menambahkan, BBRI memiliki profitabilitas tinggi dan rekam jejak konsistensi dalam membagikan dividen kepada pemegang saham.

Untuk sektor energi dan infrastruktur, AKRA dipandang memiliki daya tarik tersendiri bagi para pelaku pasar.

AKRA menawarkan kombinasi dividend yield yang menarik serta prospek pertumbuhan dari distribusi energi dan kawasan industri JIIPE.

Selain dari laba tahun buku 2025, investor kini tengah mengantisipasi jadwal pembagian dividen interim yang akan berlangsung pada akhir Juli hingga Agustus 2026.

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dijadwalkan membagikan dividen interim senilai Rp1 triliun atau Rp50 per saham.

Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi untuk emiten tersebut ditetapkan pada 31 Juli 2026.

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) juga bersiap membayarkan dividen tunai sebesar Rp2,08 triliun pada 31 Juli 2026 mendatang.

Komentar