IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

SiCepat Optimalkan Potensi Pasar Logistik Semester II 2026

Kurir SiCepat sedang memproses paket pengiriman di gudang logistik untuk persiapan lonjakan permintaan semester II 2026.
SiCepat bersiap mengoptimalkan lonjakan volume pengiriman pada semester II 2026.

Jakarta, Gonesia.com – Sektor logistik nasional diprediksi mengalami lonjakan aktivitas signifikan pada semester II 2026 yang didorong oleh tingginya permintaan pasar menjelang berbagai momentum perayaan akhir tahun.

Perusahaan jasa pengiriman SiCepat memproyeksikan tren kenaikan volume pengiriman akan mulai terasa sejak Agustus mendatang.

Periode paruh kedua tahun ini menjadi tumpuan utama bagi pelaku usaha untuk mengerek kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan.

Commercial and External Affairs Director SiCepat, Imam Sedayu, menyatakan bahwa paruh kedua tahun biasanya menjadi periode krusial bagi kinerja bisnis logistik secara grup.

Ia menambahkan bahwa kontribusi pendapatan pada semester II tahun lalu bahkan dapat mencapai sekitar dua pertiga dari total pendapatan tahunan perusahaan.

Apple Kembali Salip Nvidia, Investor Soroti Belanja AI Big Tech

“Mulai biasanya warming up di Agustus. Biasanya Agustus ini sudah ada Independence Day,” ujar Imam dalam acara peluncuran SiCepat Logistik, di Jakarta Timur, Selasa (28/7).

Peningkatan aktivitas pengiriman tersebut juga dipicu oleh serangkaian event perdagangan yang berlangsung hingga penghujung tahun 2026.

Faktor musiman ini diyakini mampu mendongkrak volume pengiriman jauh melampaui capaian pada paruh pertama tahun ini.

Di tengah optimisme pasar, SiCepat secara resmi melakukan diversifikasi model bisnis dengan meluncurkan layanan SiCepat Logistik.

Langkah strategis ini dilakukan untuk memperluas jangkauan perusahaan yang sebelumnya berfokus pada sektor courier, express, and parcel (CEP).

Aturan Belum Jelas, Ekspor Mineral Logam Tanah Jarang Terhambat

Layanan anyar tersebut kini mencakup pengiriman first-mile dan middle-mile dengan menyasar segmen korporasi, manufaktur, hingga ritel.

Perusahaan menetapkan target kontribusi pendapatan dari unit bisnis logistik baru ini sebesar 5% hingga 10% pada tahun pertama operasionalnya.

“Di tahun pertama kita targetkan kontribusi dari segmen ini itu sampai dengan 10%, sekitar 5 hingga 10% kurang lebih,” ujarnya.

Langkah ekspansi ini diambil karena SiCepat melihat potensi pasar logistik di luar sektor CEP masih sangat luas di Indonesia.

Pihaknya mencatat bahwa bisnis CEP yang selama ini dijalankan hanya mencakup sekitar 10% dari total pasar logistik nasional.

Daftar Saham Dividen Jumbo ADRO, ANTM, dan BBCA Beserta Rekomendasi Analis

Proyeksi nilai pasar logistik di Indonesia diperkirakan bisa menyentuh angka US$ 178 miliar atau setara Rp 3.000 triliun pada tahun 2030 mendatang.

Sisa 90% aktivitas pasar lainnya berada di luar sektor kurir konvensional yang selama ini menjadi basis pelanggan utama perusahaan.

Strategi diversifikasi ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada segmen online seller dan marketplace.

SiCepat kini mulai merambah ke sektor-sektor industri yang lebih berat seperti pertambangan dan energi untuk memperkuat pangsa pasar.

Meskipun baru diluncurkan secara resmi, layanan ini sebenarnya telah diuji coba selama beberapa bulan terakhir dengan catatan pertumbuhan yang positif.

“Logistik, kita walaupun hari ini sudah diluncurkan, sebenarnya bisnis logistik ini kami sudah jalan beberapa bulan terakhir. Dan pertumbuhannya cukup bagus,” katanya.

Fokus utama perusahaan pada tahun pertama ini adalah membangun fondasi yang kuat serta mendapatkan kepercayaan dari para klien baru.

Manajemen optimistis bahwa basis pelanggan yang solid akan memicu pertumbuhan eksponensial di masa mendatang.

“Dengan kita dapat kepercayaan di tahun pertama terus bisa kita double-double di tahun berikutnya, itu bukan hal mustahil,” ujar Imam.

Komentar