Jakarta – Konflik Timur Tengah antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel telah memasuki bulan kedua. Kedua kubu masih terlibat saling serang menggunakan kekuatan militer masing-masing. Awalnya, Amerika Serikat sangat percaya diri mampu menumbangkan Iran dalam beberapa pekan. Kenyataannya, Iran tidak goyang. Gempuran Iran ke pangkalan militer Amerika Serikat di negara teluk cukup membuat Donald Trump dan Benyamin Netanyahu kewalahan. Dian Wirengjurit, yang menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Iran periode 2011-2016, berbagi pengalaman selama bertugas di sana. Ia menjelaskan bagaimana jalannya pemerintahan, solidnya warga, hingga alasan di balik kekuatan Iran yang begitu siap menghadapi serangan tak berujung dari Amerika Serikat dan Israel.

