
JAKARTA, KOMPAS.com — Manajer tim Ducati MotoGP, Davide Tardozzi, timny telah melakukan segala upaya untuk membuat Francesco Bagnaia nyaman mengendarai Desmosedici GP25.
Namun, hingga menjelang akhir musim 2025, performa sang juara dunia dua kali itu masih belum kembali ke posisi terbaiknya.
Baca juga: Ducati Hypermotard V2 Meluncur, Lebih Ringan dan Semakin Bertenaga
Menjelang seri penutup di Valencia, posisi Bagnaia di klasemen terancam turun ke peringkat lima setelah hasil buruk di MotoGP Portugal.
Tardozzi mengatakan Ducati gagal mengembalikan rasa percaya diri Bagnaia. Ia menilai, masalah utamanya bukan pada kecepatan, tetapi pada “rasa percaya” pebalap terhadap motornya.
“Kecepatan Bagnaia tidak pernah diragukan. Tapi memang ada rasa tidak percaya dengan motor yang membuat situasi jadi sulit,” kata Tardozzi dikutip dari Crash, Selasa (11/11/2025).
“Kami sudah melakukan semua yang bisa dilakukan untuk mengembalikan kondisinya seperti tahun lalu, atau seperti saat balapan di Jepang,” ujarnya.
Baca juga: Jangan Sering Gonta-ganti Oli Mesin Mobil
“Kami rasa sudah maksimal. Kalau masih ada yang kurang, kami harus duduk bersama untuk mencari tahu apa dan bagaimana solusinya,” kata Tardozzi.
Kondisi ini menimbulkan ketegangan internal di Ducati, terutama karena Marc Marquez tampil dominan dan berpeluang merebut gelar dunia ketujuhnya tahun ini.
Meski begitu, Bagnaia mengaku perasaannya terhadap motor mulai membaik, walau belum mampu tampil maksimal seperti harapan. Ia juga menegaskan bahwa motor Ducati masih yang terbaik di grid.
“Saya tahu kemampuan saya dan kemampuan tim. Sayangnya, kami masih kehilangan sesuatu dan harus mencari solusi untuk masa depan. Cukup sulit dimengerti, tapi tim terus bekerja,” kata Bagnaia.
Baca juga: Panduan Cek Mobil Ford Bekas, Fokus di Pendinginan dan Transmisi
“Saya rasa akhir pekan ini kami sudah bekerja dengan baik, seperti di Sepang. Kami harus lanjut seperti ini, tapi tentu bukan hasil seperti ini yang kami mau. Kami ingin bertarung untuk kemenangan,” ujarnya.
Bagnaia menambahkan, motor Ducati GP25 tetap unggul dalam segala aspek, hanya saja ia belum mampu memaksimalkan potensinya.
“Tidak, saya pikir motor terbaik tetap Ducati, dari segi keandalan, pengendalian, hingga aerodinamika. Tapi tahun ini saya kesulitan memanfaatkan potensi motor itu sepenuhnya,” ucapnya.

