Berita

Krisis BBM Industri Lumpuhkan Operasional Alat Berat di TPA Burangkeng Bekasi

Bekasi – Aktivitas pengelolaan sampah di TPA Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, lumpuh akibat krisis bahan bakar. Kondisi ini menyebabkan puluhan alat berat yang bertugas menata gunungan sampah tidak dapat beroperasi.

Dampaknya, distribusi sampah ikut terganggu. Puluhan truk pengangkut terpaksa mengantre panjang di sepanjang akses masuk hingga area parkir TPA. Armada tersebut tertahan dengan muatan penuh karena tidak dapat menjangkau titik pembuangan.

"Situasi seperti ini baru kali ini terjadi, alasannya karena operator kesulitan mendapatkan pasokan BBM industri," tutur Kepala UPTD TPA Burangkeng pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Samsuro di lokasi.

Ia menjelaskan, dalam kondisi normal, pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) industri jenis solar untuk operasional alat berat biasanya langsung dikirim setelah pemesanan. Namun, saat ini terjadi keterlambatan distribusi.

"Biasanya pesan langsung dikirim. Sekarang mulai sulit. Katanya karena BBM industri lagi naik-naiknya. Kedua karena penyedianya memang agak sulit mendapatkan katanya. Pesan kemarin dikirimnya bisa berhari-hari. Sekarang nggak sampai-sampai. Sulit dapat," jelas dia.

JIP Salurkan Kurban, Pererat Kebersamaan Warga Jakarta

Samsuro menyebutkan, TPA Burangkeng memiliki 22 unit alat berat yang masing-masing mengonsumsi sekitar 150 liter BBM per hari, sehingga total kebutuhan mencapai 3.000 liter setiap hari.

Komentar

Berita Populer

01

KCIC Tambah Enam Perjalanan Whoosh, Arus Balik Bandung-Jakarta Padat

02

Kejagung Geledah Kantor BGN Pusat Jakarta Usai Ganti Pimpinan

03

Aher Apresiasi Dukcapil Hentikan Fotokopi e-KTP Demi Data Pribadi

04

DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor dan Devisa Nasional

05

Purbaya Tekankan Pancasila dalam Kelola Keuangan Negara

06

Strategi ANTM Perkuat Pasar Domestik di Tengah Rencana Ekspor BUMN

07

Harga Avtur Turun, Mengapa Surcharge Tiket Pesawat Tetap Tidak Berubah?

08

IHSG Anjlok 5 Persen, Rupiah Melemah Tembus Rp17.930 per Dolar AS

Berita Terbaru