LONDON – Rezim Todd Boehly di Chelsea kini dianggap jauh lebih kejam dibandingkan era Roman Abramovich dalam hal pergantian pelatih. Mengacu pada statistik empat musim awal kepemimpinan, Boehly telah mendepak lima pelatih sejak mengakuisisi klub pada 2022, sementara Abramovich hanya memecat dua juru taktik, yakni Claudio Ranieri dan Jose Mourinho.
Korban terbaru kebijakan tersebut adalah Liam Rosenior yang resmi dipecat pada 23 April lalu. Rosenior hanya bertahan selama 107 hari di kursi kepelatihan. Catatan ini hanya sedikit lebih baik dari Thomas Tuchel yang pernah didepak setelah 101 hari menjabat di era Boehly.
Keputusan memecat Rosenior memicu kritik keras dari pandit Sky Sports, Gary Neville. Menurutnya, pemilik klub tidak memahami dinamika pembangunan tim yang berkelanjutan. Apalagi, Chelsea baru mengontrak Rosenior pada Januari lalu dengan durasi fantastis hingga Juni 2032 sebagai pengganti Enzo Maresca.
“Mestinya mereka memilih figur yang bisa bertahan lebih lama di sana,” ujar Neville.
Pemecatan Rosenior sendiri dipicu oleh rentetan hasil buruk The Blues, yakni lima kekalahan beruntun di Premier League. Puncaknya, Chelsea takluk 0-3 saat bertandang ke markas Brighton & Hove Albion pada 22 April.
Laporan BBC menyebutkan, situasi internal tim memang sudah tidak kondusif sebelum kekalahan tersebut. Ruang ganti Chelsea dikabarkan kehilangan kendali, di mana para pemain seperti Wesley Fofana dilaporkan tidak lagi menghormati instruksi staf pelatih. Selain itu, Enzo Fernandez dan Marc Cucurella disebut-sebut memimpin kelompok pemain berbahasa Spanyol untuk melakukan pembangkangan terhadap Rosenior.
Sebagai langkah darurat, manajemen Chelsea menunjuk pelatih tim U-19 dan U-21, Calum McFarlane, sebagai pelatih interim hingga akhir musim.
Chelsea Raja Kompensasi Pemecatan
Data sejak era Premier League (1992–1993) menunjukkan bahwa Chelsea menjadi klub yang paling boros dalam membayar biaya kompensasi pemecatan pelatih. Total, The Blues telah mengeluarkan dana mencapai GBP 161,6 juta atau sekitar Rp 3,7 triliun untuk menyudahi kontrak 18 pelatih.
Angka tersebut jauh melampaui klub-klub besar lainnya:
* Chelsea: GBP 161,6 juta (18 pelatih)
* Tottenham Hotspur: GBP 66,5 juta (14 pelatih)
* Manchester United: GBP 62,03 juta (6 pelatih)
* Liverpool FC: GBP 50,8 juta (6 pelatih)
* Arsenal: GBP 29,3 juta (4 pelatih)
* Manchester City: GBP 24,25 juta (9 pelatih)

