Jakarta – Sebanyak 800 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia resmi dilantik sebagai Google Student Ambassador pada Senin (29/9/2025). Program ini diinisiasi Google untuk memberdayakan generasi muda agar mampu mendorong pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) yang inklusif serta bertanggung jawab di lingkungan kampus.
Sebelumnya, lebih dari 12.000 mahasiswa dari 763 universitas berpartisipasi dalam pendaftaran program ini. Acara inaugurasi, yang diselenggarakan di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, dihadiri oleh 100 ambassador terpilih.
Country Marketing Manager Google Indonesia, Muriel M, menjelaskan bahwa AI telah terintegrasi kuat dalam layanan Google sejak 2017. Hal ini terlihat pada fitur-fitur seperti Google Maps, Google Lens, hingga Gemini.
Muriel menegaskan, Gemini dirancang untuk membantu dan melengkapi peran manusia dalam aktivitas sehari-hari, bukan menggantikan.
“Google Student Ambassador memainkan peran yang sangat penting. Kalian adalah pemimpin di kampus masing-masing, yang bisa memastikan teknologi AI membawa manfaat di lingkungan belajar untuk teman-teman mahasiswa,” ujar Muriel dalam sambutannya.
Beberapa mahasiswa terpilih turut berbagi motivasi mereka bergabung dalam program ini.
Nasywa Nozumi, mahasiswi Ilmu Komputer dari IPB, mengungkapkan kedekatannya dengan AI dalam keseharian. Ia berharap dapat menjadi representasi dan perpanjangan tangan bagi teman-temannya di kampus untuk lebih mengenal fitur-fitur Google.
Rizky Fahmi Hidayat, mahasiswa semester satu ITB, mengakui sempat merasa khawatir akan dampak AI terhadap dunia kerja. Namun, ia memegang teguh prinsip “adaptasi atau mati”.
“AI tidak akan mengampuni kita. Kita yang harus mengikuti AI, bukan sebaliknya,” tegas Fahmi. “Sebagai generasi penerus bangsa, generasi Indonesia Emas 2045, kita harus terus beradaptasi. Adaptasi ini yang membuat kita terus berevolusi dan menciptakan karya-karya menarik, bagus, serta tak terpikirkan sebelumnya.”
Sementara itu, Muhammad Zaidil Munawar, mahasiswa Ilmu Perpajakan Universitas Brawijaya Malang, sering mengingatkan teman-temannya agar tidak langsung menyalin-tempel (copy-paste) hasil dari AI saat mengerjakan tugas.
“Kalian tetap pelajari, harus membaca dan sebagainya sehingga ilmu yang diberikan itu bisa bermanfaat buat kita tumbuh lebih baik lagi ke depannya,” pesan Zaidil.
Program Google Student Ambassador ini akan berlangsung selama satu tahun ke depan.

