Jakarta – Kebakaran di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, terus membesar dan kini berdampak pada setidaknya 520 hektare lahan. Dari luasan itu, sekitar 300 hektare disebut hangus pada malam sebelumnya berdasarkan data sementara yang telah diverifikasi.
Anggota Komisi IV DPR, Usman Husin, menilai peristiwa ini memperlihatkan adanya celah serius dalam pengawasan kawasan hutan konservasi. Ia meminta evaluasi menyeluruh terhadap penerapan aturan di lapangan, termasuk pengawasan petugas dan pekerjaan perbaikan jalur perlintasan di area konservasi.
“Dilihat dari kejadian ini ada kelemahan di pengawasan di hutan konservasi, kelemahan dari petugas pengawasan dan aturan yang tidak dijalankan atau diterapkan dengan benar,” kata Usman kepada Parlementaria, Senin (10/8/2026).
Menurut Usman, Kementerian Kehutanan perlu segera menambah armada water bombing agar proses pemadaman berlangsung lebih cepat dan api tidak kian merambat. Ia juga mendorong kementerian bersama instansi terkait menyiapkan opsi lain untuk mengendalikan kebakaran.
Di sisi lain, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni telah menginstruksikan jajarannya mengoptimalkan operasi water bombing sampai api benar-benar padam. Pemadaman dari udara dinilai krusial karena sejumlah titik api sulit dijangkau lewat jalur darat. Saat cuaca mendukung, satu helikopter disebut mampu melakukan hingga 30 kali penyiraman dalam sehari.
Besarnya area yang terbakar membuat pemadaman dilakukan secara simultan dari darat dan udara. Hingga kini, total luasan kawasan Bromo yang terdampak kebakaran tercatat sekitar 520 hektare.
Untuk mengurangi risiko bagi pengunjung dan warga, empat pintu masuk menuju kawasan Bromo dari arah Malang, Lumajang, Pasuruan, dan Probolinggo ditutup total. Penutupan ini berlaku sampai waktu yang belum ditentukan.


