Jakarta – Ketekunan Miswanto dalam menggerakkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, membuahkan pengakuan nasional. Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai petugas keamanan (satpam) ini resmi menerima penghargaan Kalpataru Adya 2026 dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk kategori Pembina Lingkungan.
Penghargaan tersebut diserahkan di Jakarta pada Kamis (11/6). Prestasi ini menjadi puncak dari upaya panjang Miswanto dalam mengedukasi warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui pengelolaan sampah terpadu sejak tahun 2021.
Dalam kiprahnya, Miswanto bersama tim Penyuluh Sosial Masyarakat (Pensosmas) menginisiasi program bertajuk Gebermas atau Gerakan Edukasi bersama Masyarakat. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga implementasi nyata di lapangan.
Salah satu bukti keberhasilan program tersebut adalah berdirinya bank sampah “Rumah Pilah” di Kecamatan Bintan Utara. Hingga saat ini, fasilitas tersebut telah mengelola sekitar 140 ton sampah anorganik.
Operasional bank sampah ini melibatkan partisipasi aktif dari 800 kepala keluarga yang tersebar di Kecamatan Bintan Utara, Seri Kuala Lobam, dan Teluk Sebong. Sampah yang terkumpul dipilah untuk diolah menjadi produk bernilai tambah, sementara sisanya disalurkan ke industri daur ulang.
Keuntungan finansial yang diperoleh dari penjualan sampah tersebut dikelola untuk dua kepentingan utama. Selain untuk membiayai operasional bank sampah di tingkat kecamatan dan desa, hasil tersebut juga dialokasikan ke dalam berbagai program tabungan warga, seperti tabungan sekolah, tabungan hari raya, hingga tabungan emas.
Miswanto menjelaskan bahwa skema ini memberikan manfaat ganda bagi masyarakat. Lingkungan menjadi lebih bersih, sekaligus memberikan tambahan penghasilan bagi warga yang terlibat.
Untuk menjangkau lapisan masyarakat yang belum menjadi nasabah, Miswanto meluncurkan program “Donasi Sampah Indonesia untuk Menjaga Alam Semesta” pada 2024. Melalui program ini, masyarakat diajak untuk bersedekah sampah.
Upaya tersebut membuahkan hasil positif dengan terkumpulnya dua ton sampah yang dikonversi menjadi dana sebesar Rp1,7 juta. Seluruh dana tersebut telah disalurkan untuk membantu pondok pesantren, rumah yatim piatu, dan berbagai lokasi sosial lainnya.
Guna memudahkan proses pengumpulan, ia juga menghadirkan layanan Bintan Ojek Sampah (BOS). Layanan ini menyediakan jasa jemput sampah secara gratis dari rumah warga maupun fasilitas publik seperti rumah ibadah.
Dedikasi Miswanto di bidang lingkungan dimulai setelah ia menyelesaikan masa jabatannya sebagai pimpinan Pemuda Pancasila di Kecamatan Bintan Utara. Selama 23 tahun terakhir, ia tetap konsisten melakoni profesi sebagai satpam sambil berorganisasi.
Penghargaan Kalpataru ini diraihnya setelah melalui proses panjang. Sebelumnya, ia sempat mendaftarkan diri pada 2022 dan 2023 sebelum akhirnya sukses pada 2026. Selama masa tersebut, ia terus melakukan inovasi program agar dampaknya semakin dirasakan luas oleh masyarakat.
Miswanto menegaskan bahwa motivasi utamanya bukanlah mengejar piala, melainkan memberikan kontribusi nyata bagi sesama. Meski tidak memiliki kemampuan finansial besar, ia berkomitmen untuk membagikan ilmu dan program pemberdayaan.
Ia menyatakan bahwa penghargaan ini akan menjadi pemacu untuk terus mengoptimalkan inisiatif yang ada sekaligus melahirkan inovasi lingkungan lainnya. Baginya, sebuah program yang berdampak positif pada akhirnya akan mendapatkan pengakuan secara alami.

