NEW YORK – Indeks utama bursa saham Amerika Serikat mencatatkan performa positif pada perdagangan Selasa (16/6/2026). Dow Jones Industrial Average bahkan sempat menembus rekor intraday baru di tengah meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
Optimisme pasar terhadap potensi kesepakatan damai kedua negara tersebut memicu penurunan harga minyak global ke level terendah dalam hampir tiga bulan terakhir. Meski kondisi ini menekan sektor energi hingga melemah 0,4%, pelaku pasar merespons positif karena penurunan harga minyak dipandang mampu meredam kekhawatiran inflasi.
Saham SpaceX menjadi pusat perhatian investor setelah mencatatkan lonjakan harga hampir 9,5%. Kenaikan signifikan ini mendorong valuasi perusahaan milik Elon Musk tersebut melampaui Amazon, sekaligus menempatkan SpaceX sebagai perusahaan publik dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar kelima di Amerika Serikat.
Selain pertumbuhan valuasi, SpaceX turut mengumumkan rencana akuisisi terhadap perusahaan perangkat lunak Anysphere. Transaksi senilai US$60 miliar ini merupakan bagian dari langkah strategis perusahaan untuk memperkuat dominasi di pasar kecerdasan buatan (AI) bagi sektor korporasi.
Di sisi lain, sektor keuangan menjadi motor penggerak indeks Dow Jones dengan kenaikan sebesar 1,1%. Saham-saham perbankan besar seperti Goldman Sachs yang naik 1,3%, JPMorgan yang menguat 1,8%, serta Bank of America dengan kenaikan 1,2% menjadi penopang utama bursa.
Sektor chip memori juga menunjukkan performa impresif dengan penguatan Western Digital sebesar 9% dan Seagate Technology sebesar 6%. Sementara itu, Qualcomm mencatatkan kenaikan 3,6% di tengah laporan mengenai rencana akuisisi startup chip AI, Tenstorrent, dengan nilai kesepakatan diperkirakan mencapai US$8–10 miliar.
Meski pasar secara umum menguat, indeks teknologi S&P 500 justru terkoreksi 0,5% setelah sempat mengalami reli tajam pada sesi perdagangan sebelumnya. Di sektor lain, perusahaan investasi Robinhood naik 1,1% pasca pengumuman efisiensi perusahaan yang mencakup pemangkasan 10% tenaga kerja dan penutupan sejumlah posisi lowongan terbuka.
Para pelaku pasar kini mengalihkan fokus pada kebijakan moneter The Federal Reserve yang akan diumumkan pada Rabu waktu setempat. Bank sentral Amerika Serikat diprediksi akan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75%.
Pernyataan Ketua baru The Fed, Kevin Warsh, menjadi poin yang paling dinanti oleh investor terkait prospek inflasi, kondisi tenaga kerja, dan arah kebijakan ekonomi ke depan. Thomas Hayes dari Great Hill Capital menilai bahwa tahun pertama kepemimpinan ketua baru di bank sentral biasanya akan disertai dengan volatilitas pasar yang cenderung lebih tinggi.
Data CME FedWatch Tool menunjukkan bahwa pasar berjangka memprediksi peluang 42% untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember. Sementara itu, penurunan suku bunga diperkirakan baru akan terjadi setelah pertengahan tahun 2027.
Hingga pukul 20:42 WIB, Dow Jones tercatat naik 360,77 poin atau 0,70% ke level 52.031,80. Indeks S&P 500 menguat 7,49 poin atau 0,10% ke posisi 7.561,78, dan Nasdaq Composite bertambah 35,07 poin atau 0,13% menjadi 26.719,01.
Sentimen positif tecermin dari rasio saham yang menguat terhadap yang turun di bursa NYSE sebesar 2,19 banding 1. Di bursa Nasdaq, rasio saham yang menguat mencapai 1,39 banding 1, dengan 46 rekor tertinggi baru yang dicatatkan sepanjang sesi perdagangan.

