Jakarta – Kia PV5 menambah catatan prestasi internasional setelah dinobatkan sebagai “Winner” dalam Red Dot Award: Product Design 2026, salah satu kompetisi desain paling prestisius di dunia. Penghargaan ini menegaskan kemampuan Kia menghadirkan rancangan yang bukan hanya kuat secara visual, tetapi juga dirancang untuk menjawab kebutuhan mobilitas yang terus berubah dengan pendekatan yang relevan, intuitif, dan berorientasi pada pengguna.
Pencapaian tersebut melengkapi raihan global PV5 sebelumnya, yakni penghargaan Gold pada iF Design Award 2026. Kia menilai kedua penghargaan itu menjadi pengakuan atas arah desain yang mereka kembangkan dalam lini kendaraan masa depan.
“Penghargaan ini mencerminkan bagaimana filosofi Opposites United terus membentuk solusi mobilitas yang relevan dan bermakna bagi penggunanya. Melalui PV5, kami ingin menghadirkan pendekatan baru terhadap desain PBV yang fleksibel dan human-centered, dengan memadukan daya tarik emosional serta fungsionalitas yang dapat memberikan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Karim Habib, Executive Vice President and Head of Kia Global Design.
Di balik capaian tersebut, PV5 diposisikan Kia sebagai wujud penerjemahan konsep Platform Beyond Vehicle (PBV) ke dalam kendaraan yang benar-benar dekat dengan kebutuhan penggunaan harian. Model ini dibangun di atas satu platform serupa, lalu hadir dalam sejumlah varian seperti Passenger, Cargo, WAV atau Wheelchair Accessible Vehicle, serta Crew.
Setiap varian membawa fungsi yang berbeda, namun tetap mempertahankan identitas desain Kia secara konsisten. Dari sini, fleksibilitas menjadi nilai utama PV5, dengan karakter kendaraan yang praktis, mudah dioperasikan, dan siap menyesuaikan diri dengan beragam skenario mobilitas.
Pengembangan PV5 juga berangkat dari observasi langsung di lapangan. Tim desain Kia tak hanya bekerja dari ruang konsep, tetapi ikut terlibat dalam berbagai situasi pemakaian sehari-hari, termasuk mendampingi pengemudi logistik untuk memahami kendala operasional yang mereka hadapi.
Hasil pendekatan itu tampak pada desain yang menekankan ketahanan material, kemudahan perawatan, dan kemampuan beradaptasi dalam kondisi penggunaan yang berbeda-beda. Filosofi Opposites United juga terlihat jelas melalui komposisi bodi PV5.
Bagian atas tampil ramping dan mengalir, mewakili teknologi EV terbaru serta konektivitas modern. Sebaliknya, bagian bawah dibuat lebih kokoh dengan proteksi tambahan untuk menghadapi pemakaian intensif. Kontras inilah yang membuat PV5 tampil seimbang antara kenyamanan dan fungsi, estetika dan efisiensi.
Di Indonesia, PV5 Concept lebih dulu diperlihatkan kepada publik pada ajang IIMS Jakarta Februari 2026. Kehadirannya menjadi penanda arah baru Kia dalam menghadirkan mobilitas listrik yang fleksibel dan adaptif bagi kebutuhan masyarakat.
Konsep tersebut menampilkan desain modular yang bisa mendukung berbagai penggunaan, mulai dari kebutuhan keluarga, aktivitas usaha kecil, hingga sektor logistik. Dengan pendekatan itu, Kia ingin menunjukkan bahwa mobil listrik tak hanya relevan untuk pasar tertentu, melainkan bisa menjawab kebutuhan yang lebih luas.
Langkah ini sejalan dengan strategi global Kia untuk memperkuat ekosistem EV dan PBV, sekaligus menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap elektrifikasi di Indonesia. Kia juga menempatkan PV5 sebagai bagian dari upaya membangun transformasi mobilitas berkelanjutan bersama konsumen Tanah Air.
“PV5 adalah gambaran bagaimana Kia melihat masa depan mobilitas di Indonesia. Meski masih berupa konsep, kehadirannya di IIMS Jakarta Februari lalu menunjukkan komitmen kami untuk menghadirkan solusi elektrifikasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Elektrifikasi bukan hanya tren global, tetapi juga kebutuhan nyata di Indonesia, dan PV5 menjadi salah satu langkah penting menuju visi tersebut,” ujar Albertus Welly Nugroho, Vice President Commercial Kia Sales Indonesia.

