IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
News

Jurnalis Perempuan Tewas: Israel Serang Libanon Selatan?

Libanon Selatan – Serangan Israel di wilayah Libanon selatan menewaskan seorang jurnalis dan melukai jurnalis lainnya pada Rabu (24/4), memicu kecaman internasional atas penargetan media. Militer Israel dituduh menghalangi upaya penyelamatan terhadap para korban.

Serangan tersebut terjadi di dekat kota al-Tayri, ketika jurnalis Amal Khalil dan fotografer lepas Zeinab Faraj sedang meliput perkembangan situasi. Kendaraan di depan mereka dihantam serangan, memaksa keduanya mencari perlindungan di sebuah rumah yang kemudian juga menjadi sasaran.

Zeinab Faraj berhasil diselamatkan dengan luka di kepala, namun upaya penyelamatan Amal Khalil terhambat. Menurut Kementerian Kesehatan Libanon dan pejabat militer senior, militer Israel menembakkan granat suara dan amunisi tajam ke arah ambulans, menghalangi akses tim penyelamat ke bangunan yang rusak.

Tim penyelamat baru dapat kembali ke lokasi kejadian sekitar empat jam kemudian, namun Amal Khalil, 43 tahun, dinyatakan meninggal dunia.

Menteri Informasi Libanon, Paul Morcos, menyatakan kecaman keras atas serangan ini dan meminta PBB (UNIFIL) serta tentara Libanon untuk menyelidiki insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa Israel bertanggung jawab penuh atas keselamatan jurnalis dan mendesak perlindungan bagi pekerja media.

Tanggapan BPS Terkait Perbedaan Data Garis Kemiskinan Bank Dunia

Kepala Serikat Editor Libanon, Joseph El Kosseifi, juga mengutuk serangan tersebut dan menuntut pertanggungjawaban Israel atas kematian dan luka-luka yang terjadi.

Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara militer Israel dan kelompok bersenjata Hizbullah di wilayah perbatasan.

Militer Israel mengklaim bahwa mereka menargetkan dua kendaraan yang meninggalkan struktur militer yang digunakan oleh Hizbullah dan melintasi “garis pertahanan depan.” Mereka juga menuduh bahwa kendaraan tersebut mendekati pasukan Israel dengan cara yang menimbulkan ancaman langsung.

Militer Israel membantah menargetkan jurnalis. Namun, pada bulan Maret lalu, serangan udara Israel menewaskan tiga jurnalis di Libanon selatan, dan militer Israel mengakui bahwa mereka menargetkan salah satu wartawan tersebut.

Konflik di perbatasan Libanon-Israel telah menyebabkan lebih dari 2.400 orang tewas sejak Israel melancarkan serangan sebagai tanggapan terhadap serangan Hizbullah pada 2 Maret.

Peran Eks Menteri Era SBY di Balik Terpilihnya Gus Kikin Jadi Ketua PBNU

Komentar

Berita Populer

01

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

02

UMK 2026: Daftar Lengkap Wilayah dengan UMK Tertinggi & Terendah

03

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

04

Cara Mudah Beli Paket Data Semua Operator Lewat Aplikasi GoPay

05

Proyeksi Kinerja ANTM Tetap Kuat di Tengah Bayang Risiko Regulasi

06

DPRD Sumbar Desak Perbaikan Jalan Payakumbuh-Lintau Lanjut 2026

07

HUT ke-81 RI, Paspampres kerahkan 1.147 personel dan alusista amankan VVIP

08

Kementerian Lingkungan Hidup Menanti Hasil Lab Cisadane, Pastikan Kualitas Air

Berita Terbaru